Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 136,29 miliar dalam rapat kerja bersama DPR pada Rabu (10/6/2026).

Usulan ini bertujuan memperkuat fokus program kerja tahun 2027, terutama pada pengembangan SDM, kesetaraan gender, dan perlindungan anak.

>>> Kemensos Usul Tambahan Anggaran Rp22,49 Triliun untuk RAPBN 2027

Langkah tersebut dipicu oleh penurunan pagu indikatif tahun 2027 yang diterima KemenPPPA sebesar Rp 187,26 miliar, turun 12,55 persen dibanding alokasi 2026.

Fokus pada Perlindungan Anak di Ruang Digital

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifatul Choiri Fauzi, menyatakan bahwa instansinya mendapat mandat menjalankan Prioritas Nasional keempat dalam RKP 2027.

Salah satu prioritas utama adalah perlindungan anak di ruang digital melalui implementasi Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2025.

KemenPPPA juga merencanakan sinergi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memastikan kepentingan terbaik anak dan memperluas peran perempuan sebagai penggerak ekonomi.

>>> Roberto Martinez Hadapi Tantangan Kelola Ego Skuad Mewah Portugal

Agenda prioritas lain mencakup rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana untuk perlindungan perempuan dan anak di Sumatra.

Dana tambahan akan dialokasikan untuk gaji dan tunjangan kinerja pegawai, serta pelaksanaan Survei Pengalaman Hidup Perempuan dan Anak.

Selain itu, anggaran akan digunakan untuk memperkuat layanan pengaduan kekerasan melalui SAPA 129 dan mendukung operasional Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

>>> Intip Gaji Karyawan Indomaret untuk Berbagai Posisi

Dengan penguatan anggaran ini, KemenPPPA menargetkan seluruh program perlindungan dapat berjalan optimal menghadapi tantangan era digital dan penanganan kelompok rentan di wilayah bencana.