Kementerian Sosial (Kemensos) mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp22,49 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.

Usulan tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Jakarta pada Rabu (10/6/2026).

>>> Roberto Martinez Hadapi Tantangan Kelola Ego Skuad Mewah Portugal

Tambahan dana ini ditujukan untuk mendukung program prioritas nasional, termasuk Sekolah Rakyat dan penyaluran bantuan sosial.

Pagu indikatif Kemensos untuk 2027 saat ini tercatat sebesar Rp84,71 triliun, sedikit lebih tinggi dari alokasi APBN 2026 yang sebesar Rp84,13 triliun.

Namun, angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan anggaran tahun 2025 yang mencapai Rp112,8 triliun.

Penurunan Anggaran di Tengah Mandat Baru

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa penurunan pagu anggaran terjadi di tengah bertambahnya mandat baru yang harus diemban kementeriannya.

Pengurangan alokasi dana dinilai berpotensi mengganggu efektivitas pelaksanaan program-program prioritas.

>>> Intip Gaji Karyawan Indomaret untuk Berbagai Posisi

"Selama dua tahun berturut-turut Kementerian Sosial menjalankan mandat yang terus bertambah, adanya Sekolah Rakyat, digitalisasi bansos, kartu usaha afirmatif, dengan anggaran yang 25% lebih rendah dibanding tahun 2025," kata Saifullah.

Beberapa poin pemangkasan anggaran yang disoroti meliputi dana operasional kantor yang turun drastis hingga hanya mencukupi kebutuhan gaji dan operasional dasar.

Selain itu, terdapat kekosongan anggaran operasional bansos, kekurangan dana untuk Sekolah Rakyat, belum optimalnya anggaran pemberdayaan sosial, susutnya anggaran rehabilitasi sosial, nihilnya program pelatihan, hingga keterbatasan anggaran pengawasan.

Oleh karena itu, Kemensos mengusulkan tambahan anggaran 2027 sebesar Rp22,49 triliun dengan rincian: perlindungan dan jaminan sosial Rp6,58 triliun, rehabilitasi sosial Rp4,32 triliun, pemberdayaan sosial Rp5,90 triliun, Sekretariat Jenderal Rp5,85 triliun, dan Inspektorat Jenderal Rp39,9 miliar.

Saifullah meminta dukungan penuh dari legislatif untuk merealisasikan usulan penambahan dana tersebut.

>>> Pemerintah Optimistis Rupiah Menguat Bertahap pada Semester II 2026

Pemenuhan pagu tambahan ini diharapkan dapat membuat seluruh program prioritas berjalan secara optimal.