سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Artinya: "Maha Suci Engkau ya Allah dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Engkau.

Aku memohon ampun kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu." (HR Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ahmad)

Selain doa tersebut, sebagian ulama juga membaca ayat penutup Surat Ash-Shaffat sebagai doa penutup majelis. Ayat tersebut adalah:

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

>>> Siapa Joe Octavianus? Adik Ipar Sarwendah yang Tersorot Usai Live TikTok Thalia Viral

Artinya: "Maha Suci Tuhanmu yang memiliki kemuliaan dari apa yang mereka sifatkan. Semoga keselamatan tercurah kepada para rasul.

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam." (QS Ash-Shaffat: 180-182)

Dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa ayat ini mengandung pujian kepada Allah SWT, penghormatan kepada para nabi, dan pengagungan terhadap Tuhan semesta alam.

Sangat baik dibaca sebagai penutup majelis.

Rasulullah SAW juga mengajarkan doa penutup majelis yang lebih panjang, berisi permohonan ketakwaan, keyakinan, dan perlindungan dari fitnah dunia.

Doa tersebut diriwayatkan oleh Tirmidzi.

Doa panjang ini dicantumkan dalam buku-buku dzikir seperti Buku Pintar Doa dan Zikir Rasulullah karya Abdullah Zaedan.

Sebagian ulama membacanya setelah kajian atau majelis ilmu yang berlangsung cukup panjang.

Keutamaan dan Bahaya Meninggalkan Dzikir

Dalam hadis riwayat Abu Dawud disebutkan bahwa siapa saja yang duduk dalam suatu majelis lalu sebelum berdiri membaca doa kafaratul majelis, maka Allah SWT akan menghapus kesalahan yang terjadi selama pertemuan tersebut.

Sebaliknya, terdapat peringatan keras bagi kaum yang meninggalkan majelis tanpa berdzikir.