Setiap hari manusia menghadiri berbagai pertemuan, mulai dari pengajian, rapat kerja, diskusi, hingga obrolan santai. Namun, tidak semua perkataan yang terucap dalam majelis tersebut bernilai ibadah.

Terkadang seseorang tanpa sadar mengucapkan hal yang tidak bermanfaat, bercanda berlebihan, atau bahkan membicarakan orang lain.

>>> Siapa Anak dan Istri Therry Mully? Pencipta Hit Jingga 'Tentang Aku' yang Meninggal Dunia, Bukan Orang Sembarangan?

Islam mengajarkan amalan sederhana berupa doa kafaratul majelis sebagai penutup sekaligus penyempurna pertemuan.

Rasulullah SAW menganjurkan umatnya membaca doa ini sebelum meninggalkan suatu majelis. Doa ini menjadi permohonan ampun kepada Allah SWT atas segala kesalahan yang mungkin terjadi selama pertemuan berlangsung.

Pengertian Doa Kafaratul Majelis

Secara bahasa, kata kafarat berasal dari bahasa Arab kaffara yang berarti menutupi, menghapus, atau menebus kesalahan. Sementara majelis berarti tempat berkumpul atau pertemuan.

Dalam buku Sukses Dunia-Akhirat dengan Doa-Doa Harian karya Mahmud Asy Syafrowi dijelaskan bahwa doa kafaratul majelis dibaca ketika seseorang hendak meninggalkan pertemuan.

Tujuannya memohon kepada Allah SWT agar menghapus segala kesalahan yang terjadi selama majelis.

Kesalahan tersebut tidak selalu berupa dosa besar, melainkan bisa berupa ucapan tidak bermanfaat, gurauan berlebihan, atau kelalaian dalam berdzikir.

Al-Qur'an mengingatkan bahwa setiap ucapan manusia selalu dicatat malaikat.

Allah SWT berfirman: "Tiada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat."

(QS Qaf: 18)

Dalam kitab Riyadhus Shalihin, Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa menjaga lisan termasuk salah satu bentuk kesempurnaan iman.

Bacaan Doa Penutup Majelis

Doa kafaratul majelis yang paling masyhur berasal dari hadis Rasulullah SAW. Berikut bacaannya: