Wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, gagal menjalankan tugasnya di Piala Dunia 2026 setelah otoritas imigrasi Amerika Serikat menolak masuknya.

Artan merupakan salah satu dari 52 wasit pilihan terbaik Afrika yang akan bertugas di ajang tersebut. Namun, ia dicekal saat tiba di Bandara Internasional Miami.

>>> Harry Kane dan Kylian Mbappe Berpeluang Cetak Rekor Sepatu Emas Piala Dunia 2026

Hingga kini, pihak imigrasi AS belum merilis alasan resmi pemulangan Artan. Namun, kebijakan pembatasan perjalanan era Presiden Donald Trump masih mencantumkan Somalia dalam daftar negara yang terkena larangan.

Pemeriksaan Intensif dan Tuduhan Tak Terbukti

Seorang pejabat AS yang berbicara secara anonim mengklaim bahwa penolakan tersebut terkait dengan dugaan keterkaitan Artan dengan organisasi teror.

Namun, klaim itu tidak disertai bukti.

Andrew Giuliani, direktur eksekutif Gugus Tugas FIFA di Gedung Putih, menyebut ada alasan yang sangat baik di balik penolakan tersebut.

>>> Pertamina Luncurkan Kapal Pembersih Sampah Otomatis Berteknologi AI di Bali

Namun, ia tidak memberikan rincian.

Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS menyatakan Artan ditahan karena masalah pemeriksaan, meskipun Kedutaan Besar Somalia di Kenya telah menerbitkan visa yang sah sebelumnya.

Artan mengaku kepada The New York Times bahwa ia diinterogasi selama 11 jam mengenai perjalanannya, politik Somalia, dan aktivitas kelompok militan al-Shabab.

Meski telah menunjukkan dokumen resmi FIFA, ia tetap ditahan dan dideportasi melalui Istanbul.

>>> Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 2027 Capai 6,5 Persen

"Saya rasa mereka punya masalah dengan negara saya," ujar Artan. Ia menegaskan bahwa semua dokumen dan visa yang dimilikinya sah dan lengkap.