Selain mengkaji besaran kenaikan, Budi juga mengusulkan agar Transjakarta mulai mempertimbangkan penerapan tarif berbasis jarak atau distance based fare seperti yang diterapkan pada layanan KRL Commuter Line.

Menurutnya, sistem tersebut lebih adil karena penumpang yang menempuh perjalanan lebih jauh membayar tarif lebih tinggi dibandingkan pengguna dengan jarak perjalanan pendek.

"Nah itu juga harus dikaji.

Kalaupun nanti sudah dikaji itu juga mungkin sistemnya bisa mengadopsi dari sistemnya KRL Commuter Line, di mana itu penyesuaiannya kan berdasarkan distance base," ujar Budi.

>>> AS Masukkan BYD dan Perusahaan China ke Daftar Hitam Militer

"Jadi berdasarkan jarak jarak tempuh, makin jauh tarifnya akan berbeda dengan jarak-jarak dekat gitu. Nah, itu kan sudah ada best practice lah dari KRL, itu bisa diadopsi," katanya.