Kenaikan BI Rate ke 5,50% Berpotensi Jadi Sentimen Baru Pasar Saham
Kondisi tersebut berpotensi mendorong peningkatan net interest margin (NIM) dan profitabilitas bank.
>>> Bacaan Doa Qunut Subuh Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Emiten seperti BBCA, BMRI, BBNI, dan BBRI dinilai memiliki kemampuan lebih baik dalam mempertahankan kinerja dibandingkan bank berukuran kecil.
Namun, ia mengingatkan apabila suku bunga tinggi berlangsung terlalu lama atau memasuki fase higher for longer, dampaknya bisa berubah menjadi negatif karena pertumbuhan kredit berpotensi melambat dan risiko kredit bermasalah (NPL) meningkat.
Sementara itu, Andrey menilai kendati persaingan dana pihak ketiga dapat menekan biaya dana, industri perbankan masih didukung oleh pertumbuhan kredit yang sehat, kualitas aset yang terjaga, serta likuiditas yang memadai.
Bank-bank dengan basis dana murah (CASA) yang kuat seperti BMRI, BBRI, BBNI, BBCA, dan BRIS diperkirakan mampu menjaga profitabilitas lebih baik dibanding sektor lainnya.
RHB Sekuritas masih menjadikan sektor perbankan sebagai pilihan utama.
Oleh karena itu, dia masih merekomendasikan saham BMRI dengan target harga Rp5.920, BBRI dengan target harga Rp4.000, BRIS dengan target harga Rp2.800, dan BBTN dengan target harga Rp1.630.
Menurutnya, koreksi harga saham perbankan belakangan ini lebih banyak dipengaruhi sentimen makro dan pelemahan rupiah dibandingkan penurunan fundamental, sehingga membuka peluang akumulasi bagi investor jangka menengah.
Investor Disarankan Beralih ke Saham Defensif
Di tengah ketidakpastian global, pelemahan rupiah, dan kenaikan BI Rate, baik Phintraco Sekuritas maupun RHB Sekuritas menyarankan investor lebih selektif dalam memilih saham.
Fokus utama diarahkan pada saham berfundamental kuat, likuiditas tinggi, dan sektor yang permintaannya stabil dan lebih tahan terhadap perlambatan ekonomi.
Andrey menyebut selain saham perbankan, investor juga dapat menambah eksposur pada sektor defensif seperti kesehatan dan consumer staples, sambil memanfaatkan volatilitas pasar untuk mengakumulasi saham-saham berkualitas secara bertahap.
Sementara itu, Alrich menyebut sejumlah saham yang cenderung menjadi favorit pasar dalam kondisi saat ini adalah TLKM, ISAT, EXCL, INDF, ICBP, dan UNVR.
"Strategi yang lebih tepat adalah fokus pada saham dengan fundamental kuat dan likuiditas tinggi, perbanyak porsi sektor defensif dan perbankan besar, lakukan akumulasi bertahap, bukan sekaligus," ujar Alrich.
Analis juga menyebut akan lebih ideal jika investor menunggu stabilitas nilai tukar rupiah, kepastian kebijakan, serta kepastian arus dana asing.
>>> Bartomeu Buka Suara soal Alokasi Dana Penjualan Neymar
Pasalnya, selama faktor-faktor tersebut belum membaik, volatilitas kemungkinan masih akan tinggi.
Update Terbaru
Bea Cukai Uzbekistan dan China Perluas Kerja Sama Langsung
Minggu / 26-07-2026, 03:42 WIB
Mike Vrabel Buka Kamp Latihan Patriots, Fokus ke Musim Baru
Minggu / 26-07-2026, 03:42 WIB
Tigers Incar Kemenangan Seri dengan Casey Mize di Gundukan
Minggu / 26-07-2026, 03:42 WIB
San Pedro FC Pindahkan Laga Debut ke Stadion Marquesa Akibat Sertifikasi Tertunda
Minggu / 26-07-2026, 03:42 WIB
Podcaster Ramal Karier Dianna Russini sebagai Insider NFL Berakhir
Minggu / 26-07-2026, 03:42 WIB
BCA Buka Lowongan Kerja untuk Fresh Graduate, Ini Posisi dan Syaratnya
Minggu / 26-07-2026, 03:42 WIB
Pura-pura Dibegal demi Klaim Asuransi, Pria di Jakbar Tusuk Tangan Sendiri
Minggu / 26-07-2026, 03:42 WIB
Kronologi Juru Bicara IKN Troy Pantouw Ditemukan Meninggal di Rusun ASN
Minggu / 26-07-2026, 03:42 WIB
Lokasi Semua Skull dan Terminal di Level Pertama Halo Campaign Evolved
Minggu / 26-07-2026, 03:40 WIB
Sega Janjikan Perayaan 30 Tahun Persona yang Meriah Setelah Pengungkapan Persona 6
Minggu / 26-07-2026, 03:40 WIB
OceanVeil Tambahkan Love Hina, Level E, Yuru Yuri, DRAMAtical Murder, dan Anime Lainnya
Minggu / 26-07-2026, 03:39 WIB
Satpam Drakeo the Ruler Klaim Lihat YG Bawa Pisau Saat Perkelahian Fatal
Minggu / 26-07-2026, 03:39 WIB
Sahabat Nolan Wells Ungkap Alasan Tak Hadiri Pemakaman
Minggu / 26-07-2026, 03:38 WIB
6 Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Kuliah di Luar Negeri
Minggu / 26-07-2026, 02:52 WIB







