Kenaikan Harga Pertamax Dinilai Tekan Daya Beli Kelas Menengah
Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menilai keputusan pemerintah menaikkan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter mulai Rabu (10/6/2026) berpotensi menekan daya beli kelompok kelas menengah bawah serta masyarakat menuju kelas menengah.
Direktur Kebijakan Publik CELIOS, Media Wahyudi Askar, menyatakan bahwa pandangan mengenai dampak kenaikan harga Pertamax yang hanya menyasar kelompok masyarakat kaya merupakan penyederhanaan yang tidak tepat.
>>> Veda Ega Pratama Ungkap Alasan Posisi Belakang di Latihan Moto3
"Pengguna Pertamax 92 bukan cuma orang kaya, tapi juga kelas menengah rentan.
Ada pekerja, pegawai, guru, ojol, dan jutaan kelas menengah yang selama ini memilih BBM yang lebih baik untuk kendaraannya.
Ketika margin kenaikannya terlalu jauh, opsinya adalah membayar lebih mahal atau turun ke Pertalite," ujar Media Wahyudi Askar.
Migrasi konsumsi dari Pertamax menuju Pertalite diprediksi akan meningkatkan jumlah pengguna BBM bersubsidi. Hal ini berisiko memperberat beban anggaran subsidi yang harus ditanggung pemerintah.
"Ketika negara membutuhkan tambahan uang, yang diminta berkorban adalah kelas menengah bawah.
Mereka dijadikan penanggung biaya atas masalah fiskal yang lahir dari buruknya pilihan dan pelaksanaan kebijakan pemerintah sendiri," pungkas Media Wahyudi Askar.
Potensi Lonjakan Permintaan Pertalite
Direktur Ekonomi CELIOS, Nailul Huda, melihat adanya potensi lonjakan permintaan terhadap Pertalite karena harga BBM bersubsidi tersebut tidak ikut disesuaikan.
"Akibatnya, kuota Pertalite akan meningkat dan menyebabkan subsidi BBM membengkak. Pembatasan melalui QR Code hanya efektif jika tidak ada kebocoran di lapangan.
>>> Kemenhaj Bongkar Sindikat Penipuan Badal Haji dan Kurban
Pada praktiknya, masih banyak Pertalite yang diperjualbelikan di luar SPBU," ujar Nailul Huda.
Update Terbaru
Survei Adidaya Institute: 68,2% Publik Puas dengan Kinerja Prabowo-Gibran
Rabu / 10-06-2026, 17:00 WIB
4 Rekomendasi Kulkas 2 Pintu Inverter Terlaris 2026, Cepat Dingin dan Hemat Listrik
Rabu / 10-06-2026, 16:56 WIB
Thomas Tuchel Bantah Status Inggris Sebagai Favorit Piala Dunia 2026
Rabu / 10-06-2026, 16:56 WIB
Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi Dinilai Positif bagi APBN
Rabu / 10-06-2026, 16:56 WIB
Jadwal Imunisasi Influenza Anak untuk Cegah Komplikasi Serius
Rabu / 10-06-2026, 16:56 WIB
Hongqi G919: SUV Off-Road China dengan Tiga Diff Lock dan Tenaga 831 HP
Rabu / 10-06-2026, 16:55 WIB
Menkes Siapkan Ahli Gizi Dukung Langkah Baru Badan Gizi Nasional
Rabu / 10-06-2026, 16:55 WIB
Steven Spielberg Rilis Film Disclosure Day Bertema Alien
Rabu / 10-06-2026, 16:55 WIB
Harga Minyak Dunia Melemah Dipicu Kekhawatiran Suku Bunga AS
Rabu / 10-06-2026, 16:53 WIB
Hati-Hati, Makanan Ini Ternyata Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Mulut
Rabu / 10-06-2026, 16:53 WIB
AS Masukkan BYD dan Perusahaan China ke Daftar Hitam Militer
Rabu / 10-06-2026, 16:52 WIB
Samsung Suntik Dana 175 Juta Dolar AS ke Element Biosciences
Rabu / 10-06-2026, 16:52 WIB
AS Masukkan BYD dan Perusahaan China ke Daftar Hitam karena Tuduhan Dukung Militer
Rabu / 10-06-2026, 16:52 WIB






