Pebalap Moto3 asal Indonesia, Veda Ega Pratama, kerap berada di posisi tengah atau belakang saat sesi latihan hari Jumat.

Namun, saat kualifikasi dan balapan, ia mampu tampil kompetitif di barisan depan.

>>> Kemenhaj Bongkar Sindikat Penipuan Badal Haji dan Kurban

Menurut Veda, situasi itu bukan bagian dari strategi khusus tim. "Itu bukan strategi hitungannya sih.

Karena strategi itu cuma di kualifikasi sama hari balapan saja. Kalau saat latihan tuh enggak ada strategi," ujarnya di Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Pebalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, itu menjelaskan bahwa posisi kurang kompetitif lebih dipengaruhi oleh pengelolaan ban.

Setiap pebalap Moto3 dibatasi jumlah ban untuk satu seri balapan, sehingga tim harus cermat menentukan kapan mengganti ban baru.

"Cuma ya kayak di Hungaria kemarin tuh memang saya cuma. Kita juga keterbatasan.

Setiap pebalap tuh sama, ada beberapa set ban yang bisa dipakai selama satu pekan balapan," kata Veda.

"Semua pebalap sama, tergantung pebalapnya pengen pakai set ini kapan, pengen ini kapan," lanjutnya.

Veda mengaku lebih memilih menghemat jatah ban terbaik untuk sesi penentu, yaitu kualifikasi Sabtu dan balapan Minggu.

>>> Malaysia Cari Sumber Bahan Bakar Baru Antisipasi Krisis Pasokan Global

Akibatnya, saat latihan Jumat pagi, ia tetap memakai ban lama agar jatah ban baru tidak habis.

"Saya selalu menyimpan ban untuk hari Sabtu dan Minggu sih. Jadi hari Jumat itu, terutama pagi, saya enggak ganti ban, jadi saya cuma muter," kata Veda.

"Biasanya kalau bannya udah drop, kan otomatis susah untuk improve lap time. Terutama di Hungaria kemarin yang gripnya kurang dan bannya juga cepat drop," tambahnya.