Kepala BRIN Arif Satria menyatakan komitmen penuh mendukung ketahanan pangan. "Kita akan memberikan dukungan untuk tercapainya ketahanan pangan.

Pangan tidak hanya soal padi, tapi juga hortikultura, peternakan, dan dimensi pangan lainnya," ujarnya.

Salah satu target spesifik adalah mendongkrak produksi bawang putih lokal hingga 35 ton per hektare.

"Ini angka yang fantastis, kita ingin mengalahkan negara-negara lain yang sudah bisa menghasilkan 35 ton per hektare," tutur Arif.

BRIN akan mengerahkan berbagai disiplin ilmu non-pertanian seperti kecerdasan buatan (AI) dan robotik. "Kita di BRIN tidak hanya di bidang pertanian.

Banyak bidang lain yang bisa mendukung pertanian, seperti mesin pertanian, AI, genomik, robotik, dan smart farming," paparnya.

Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menyukseskan program pembangunan pertanian nasional.

>>> Harga Emas Antam Turun Rp 20.000 per Gram, Buyback Anjlok Lebih Dalam

"Dengan kolaborasi ini, ilmu-ilmu dan periset di BRIN bisa kita kerahkan untuk mendukung suksesnya pembangunan pertanian di Indonesia," jelas Arif.