Wuling Motors memastikan tetap mempertahankan Almaz di pasar otomotif Indonesia meski baru meluncurkan produk elektrifikasi terbaru, Eksion, di segmen SUV.

Keputusan ini diambil karena pasar kendaraan bermesin konvensional (ICE) masih mendominasi di berbagai wilayah Tanah Air.

>>> Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi 10 Juni 2026 Dongkrak Biaya Operasional Yamaha NMAX

Kehadiran Eksion dengan varian listrik murni dan plug-in hybrid sempat dinilai bersinggungan dengan Almaz yang berada di segmen sama dengan selisih harga tidak terlalu jauh.

Alasan Wuling Pertahankan Almaz

Brand Communication Senior Manager Wuling Brian Gomgom mengatakan, "Masih ada, jadi sebenarnya di Darion dan Eksion ini kan hanya tersedia EV dan PHEV, sementara untuk internal combustion engine (ICE) kami ada Cortez, Almaz, dan Alvez.

Kalau lihat data penjualan, segmen ICE ini juga masih besar."

Optimisme terhadap Almaz didasarkan pada data penjualan yang menunjukkan pangsa pasar mobil listrik baru menyentuh 18 persen, sementara sisanya masih dikuasai mobil bermesin konvensional.

"Ceruk (ICE) itu masih besar, EV itu hanya 18 persen, tetapi di luar itu masih dominan ICE.

Jadi lagi-lagi kami akan menghadirkan layanan dan produk yang sesuai dengan pasar Indonesia," kata Brian Gomgom.

>>> Eza Gionino Tonjok Roby Tremonti di Depan Publik, Video Keributan Jadi Sorotan

Produsen otomotif asal China ini berkomitmen terus menyediakan lini kendaraan bermesin bensin yang sudah dimiliki untuk memenuhi kebutuhan konsumen lokal.

"Karena di Indonesia masih ada pasar ICE-nya, maka kami juga tetap menghadirkan produk line-up ICE yang sudah kami miliki," lanjut Brian Gomgom.

Terkait strategi ke depan, Wuling memilih mempertahankan Almaz yang sudah beredar karena permintaan dinilai masih stabil.

"Peminatnya masih ada, jadi kami masih tetap meniagakan Almaz. Untuk konsumen, sebenarnya ICE sudah mulai bergeser.

Jadi, EV berkembang di Jabodetabek dan kota-kota besar, sedangkan ICE bergeser ke kota-kota lain di luar wilayah tersebut.

>>> Tabel KUR Mandiri Juni 2026: Simulasi Cicilan Modal UMKM Rp10 Juta hingga Rp100 Juta

Pasarnya masih ada dan kami juga masih menerima permintaannya," kata Brian Gomgom.