PT Chitose Internasional Tbk (CINT) menargetkan pendapatan sebesar Rp 560 miliar pada tahun ini. Target tersebut mencerminkan pertumbuhan sekitar 8% dibanding realisasi penjualan tahun sebelumnya.

Manajemen perusahaan menilai pasar perlengkapan kerja masih memiliki potensi besar.

>>> Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter, Konsumen Mulai Beralih ke Pertalite

"Perseroan memandang prospek industri furnitur kantor hingga akhir 2026 masih menunjukkan tren pertumbuhan positif," ujar Nurwulan kepada Kontan.

co. id.

Optimisme ini didorong oleh perubahan perilaku konsumen dan berkembangnya konsep ruang kerja modern. Pola kerja hybrid dan meningkatnya coworking space menciptakan kebutuhan furnitur yang lebih fleksibel dan fungsional.

"Tingginya minat generasi baru terhadap lingkungan kerja modern turut meningkatkan kebutuhan furnitur kantor yang fungsional dan mengikuti tren," tambah Nurwulan.

Perusahaan terus menyesuaikan lini produk untuk mengantisipasi pergeseran generasi pekerja yang mengutamakan estetika desain.

Fokus utama adalah produk efisien ruang, ergonomis, tahan lama, dan sesuai arsitektur kantor masa kini.

>>> Iran Minta Izin FIFA Pakai Ban Lengan Hitam di Piala Dunia 2026

Kinerja keuangan awal tahun ini solid.

CINT membukukan laba bersih Rp 1,98 miliar pada kuartal I-2026, naik 21% YoY dari Rp 1,6 miliar.

Penjualan meningkat 6% YoY menjadi Rp 114 miliar.

Segmen pendidikan masih mendominasi pendapatan.

Pada kuartal I-2026, perlengkapan sekolah dan kuliah mencatat pendapatan Rp 96,9 miliar, berkontribusi sekitar 60% dari total penjualan sebelum eliminasi.

>>> Sistem AI Papan Atas Terbukti Bisa Berbohong Demi Pertahankan Eksistensi

Sektor hospitality (hotel, banquet, restoran) menyumbang 17%, sementara kategori perkantoran sekitar 13% dari total penjualan.