Harga Emas Dunia Anjlok 1,85 Persen pada 10 Juni 2026, Berpotensi ke US$ 4.096
Harga emas dunia mengalami tekanan berat pada perdagangan Rabu (10/6/2026).
Logam mulia tersebut tercatat anjlok 1,85 persen ke level US$ 4.179,92 per ons troi.
>>> Fenerbahce Siapkan Rp 1,8 Triliun untuk Gaet Mohamed Salah
Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit menyebutkan bahwa tren bearish masih mendominasi pergerakan emas. Grafik mingguan menunjukkan pola downtrend yang konsisten.
"Selama belum ada sinyal pembalikan arah yang valid, peluang pelemahan lanjutan masih terbuka," ujar Geraldo dalam risetnya, Rabu (10/6/2026).
Dari sisi teknikal, support terdekat berada di US$ 4.096 per ons troi.
Jika level tersebut jebol, harga emas berpotensi turun lebih dalam ke kisaran US$ 3.884 per ons troi.
Meskipun indikator stochastic telah menyentuh area oversold, Geraldo menilai hal itu belum cukup untuk mengonfirmasi rebound. Momentum bearish masih kuat.
>>> Rupiah Dibuka Menguat di Tengah Sentimen Global dan Kenaikan BI-Rate
Faktor fundamental utama yang membebani emas adalah penguatan dolar AS. Dolar yang perkasa membuat emas lebih mahal bagi investor asing, sehingga menekan permintaan global.
Selain itu, lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut mendorong investor beralih ke aset berbunga. Emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang menarik.
Pasar juga masih berekspektasi bahwa The Fed belum akan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat. Ekspektasi suku bunga tinggi bertahan selama data ekonomi AS tetap solid.
Geraldo menambahkan, minat terhadap emas sebagai aset safe haven mulai menyusut. Optimisme terhadap prospek ekonomi AS membuat dana investasi beralih ke aset berpotensi imbal hasil lebih tinggi.
Kombinasi faktor teknikal dan fundamental menunjukkan prospek bearish untuk jangka menengah.
>>> Cara Daftar MagangHub Kemnaker 2026, Batch 4 Dibuka Juli?
"Harga emas berpotensi melanjutkan pelemahan menuju US$ 4.096, bahkan hingga US$ 3.884 per ons troi," tutup Geraldo.
Update Terbaru
Dari Temple Stay ke Layar Kaca: Fenomena 'Buddhisme Kekinian' di Korea
Rabu / 10-06-2026, 12:57 WIB
Dari Temple Stay ke Layar Kaca: Fenomena 'Buddhisme Kekinian' di Korea
Rabu / 10-06-2026, 12:57 WIB
Harga Emas Antam Turun Rp 20.000 per Gram, Buyback Anjlok Lebih Dalam
Rabu / 10-06-2026, 12:56 WIB
Astronacci International Prediksi IHSG Melemah ke Level 5.238
Rabu / 10-06-2026, 12:56 WIB
Astronom Temukan Angin Kosmik Tercepat di Dekat Lubang Hitam J2318
Rabu / 10-06-2026, 12:55 WIB
NVIDIA Terapkan Jaringan AI-RAN untuk Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia
Rabu / 10-06-2026, 12:55 WIB
Google Luncurkan Fitur AI Try On Berbahasa Indonesia untuk Belanja Fesyen
Rabu / 10-06-2026, 12:55 WIB
Prabowo Targetkan Obat Generik Murah Tersedia dalam Setahun
Rabu / 10-06-2026, 12:52 WIB
Pemerintah Tetapkan Harga Acuan Telur Ayam Ras Rp26.500 Per Kilogram
Rabu / 10-06-2026, 12:52 WIB
Kenaikan Harga Pertamax Dinilai Jaga Stabilitas Neraca Keuangan Pertamina
Rabu / 10-06-2026, 12:52 WIB
Pameran Baru Telusuri Akar Regional Budaya K-Pop dan K-Drama
Rabu / 10-06-2026, 12:50 WIB
Anthony Guidera, Aktor The Godfather Part III, Meninggal di Usia 65 Tahun
Rabu / 10-06-2026, 12:50 WIB
Kemenperin Ajukan Tambahan Anggaran Rp1,59 Triliun untuk 2027
Rabu / 10-06-2026, 12:50 WIB
Samsung Siapkan Galaxy S27 dengan Chipset Exynos 2700
Rabu / 10-06-2026, 12:48 WIB






