Presiden Prabowo menyetujui rencana penambahan program bedah rumah untuk meningkatkan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Persetujuan tersebut disampaikan oleh Teddy dalam keterangan resminya, Rabu (10/6/2026).

>>> CSO Xbox Akui Perlu Atur Ulang Strategi Konsol Next-Gen Project Helix

Pemerintah menargetkan perbaikan sebanyak 400.000 unit rumah tidak layak huni di berbagai daerah.

Selain menerima usulan penambahan, Kepala Negara juga telah mendapatkan laporan perkembangan pelaksanaan program tersebut.

"Presiden Prabowo telah memberikan persetujuan terhadap rencana tersebut," kata Teddy.

Teddy menambahkan bahwa program ini menyasar rumah tidak layak huni di berbagai wilayah Indonesia.

>>> BSI Catat Pertumbuhan Cicil Emas Capai Rp16,93 Triliun hingga April 2026

"Perkembangan pelaksanaan Program Bedah Rumah yang menargetkan perbaikan 400.000 unit rumah tidak layak huni menjadi rumah layak huni yang aman dan nyaman bagi masyarakat di berbagai daerah," ujar Teddy.

Dalam kesempatan itu, Menteri Maruarar melalui Teddy turut melaporkan kemajuan proyek rumah susun subsidi di Jawa Barat.

"Kemajuan pembangunan rumah susun subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, sebagai bagian dari percepatan Program 3 Juta Rumah, yang saat ini telah memasuki tahapan land clearing dan groundbreaking," imbuh Teddy.

Pemerintah berkomitmen mempercepat realisasi program prioritas perumahan, termasuk penataan kawasan kumuh dan kemudahan skema pembiayaan.

>>> Masyarakat Miskin Tetap Perlu Akses Minyakita Murah

"Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mewujudkan hunian yang layak, terjangkau, dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia," pungkas Teddy.