Seorang pesepeda wanita asal Iran, Arezoo Eskandari (35), tengah melakukan perjalanan epik melintasi Asia dengan sepeda. Tujuannya adalah menyebarkan misi perdamaian, persahabatan, dan saling pengertian antarbangsa.

Arezoo saat ini telah tiba di Jakarta setelah memulai petualangannya tujuh bulan lalu dari China. Ia terbang langsung dari Iran ke China untuk memulai ekspedisi ini.

>>> Timnas Voli Putri Indonesia Kalahkan Hong Kong 3-0 di AVC Cup 2026

Fase awal perjalanan di China menjadi bagian paling menantang. Arezoo harus beradaptasi dengan lingkungan baru dan menghadapi kendala bahasa.

"China menjadi bagian tersulit karena itu negara pertama. Saya baru memulai dan harus beradaptasi.

Tidak banyak warga lokal yang bisa berbahasa Inggris, sehingga komunikasi menjadi tantangan," kata Arezoo.

Masalah lain muncul terkait makanan halal. Sebagai seorang muslim, Arezoo kesulitan menemukan makanan bersertifikasi halal, terutama di pedesaan China.

Dari China, rutenya berlanjut ke Vietnam, Laos, Thailand, Malaysia, hingga Indonesia. Di Laos, ia sempat mengalami kecelakaan ringan akibat infrastruktur jalan yang rusak.

"Saya terjatuh di Laos, untungnya hanya cedera ringan sehingga bisa melanjutkan perjalanan," ujarnya.

Setelah beristirahat di Jakarta, Arezoo berencana melanjutkan perjalanan darat menuju Bali. Jarak tempuh sekitar 1.200 hingga 1.300 kilometer ditargetkan selesai dalam 30 hari.

Ia hanya bisa menempuh sekitar 15 kilometer per jam karena membawa beban berat. Perlengkapan di sepedanya mencapai 60 kilogram, termasuk tenda dan peralatan masak.

Untuk menghemat biaya, Arezoo sering mendirikan tenda dan memasak sendiri. "Perjalanan ini tidak mungkin dijalani tanpa rasa cinta.

Kalau hanya tugas, saya tidak akan mampu sejauh ini," katanya.

>>> Harga Pertamax Resmi Naik Jadi Rp16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026