Starbucks dikabarkan tengah mempertimbangkan berbagai opsi strategis untuk bisnisnya di Jepang. Salah satu skenario yang muncul adalah kemungkinan melepas sebagian kepemilikan saham.

Langkah ini mulai berjalan setelah perusahaan sukses menjual mayoritas kepemilikan bisnis mereka di China. Informasi ini dilansir dari Bloomberg News.

>>> PGAS dan Pertagas Sukses Uji Coba Aliran Gas Pipa CISEM II

Jika rencana penjualan saham terealisasi, nilai valuasi bisnis Starbucks di Jepang diperkirakan berkisar antara 400 miliar yen hingga 500 miliar yen.

Nilai tersebut setara dengan US$ 2,5 miliar hingga US$ 3,1 miliar.

Potensi transaksi ini dinilai berpeluang besar menarik minat dari berbagai perusahaan di industri terkait serta firma ekuitas swasta.

Proses pembahasan saat ini masih bersifat awal dan belum ada keputusan final yang diambil oleh pihak manajemen. Hingga Rabu (10/6/2026), Starbucks belum memberikan tanggapan resmi.

>>> Harga Pertamax Naik, Rupiah Menguat dan IHSG Melonjak

Restrukturisasi Portofolio Internasional

Peninjauan operasional di Jepang menjadi bagian dari langkah penataan ulang portofolio internasional Starbucks.

Sebelumnya, perusahaan melepas kepemilikan mayoritas di pasar China yang merupakan salah satu pasar terbesar di luar AS.

Jepang tetap menjadi salah satu pilar pasar internasional yang krusial bagi Starbucks. Negara ini memiliki jaringan gerai yang luas dan basis pelanggan yang sangat kuat.

>>> Waktu Terbaik Sholat Dhuha: Saat Matahari Mulai Panas, Sekitar Pukul 08.30-10.00 WIB

Kondisi pasar yang signifikan ini membuat setiap perubahan pada struktur kepemilikan bisnis Starbucks di Jepang akan menjadi pusat perhatian bagi para investor global.