"Secara sederhana, pasar saat ini menawarkan banyak perusahaan berkualitas dengan harga diskon akibat tekanan sentimen," kata Hendra Wardana.

Investor disarankan menerapkan strategi akumulasi bertahap atau dollar cost averaging karena volatilitas pasar masih tinggi.

Pemilihan emiten harus selektif pada perusahaan dengan neraca keuangan kuat, arus kas sehat, serta profitabilitas yang terjaga.

Sektor perbankan dan telekomunikasi dinilai tetap menarik karena fundamentalnya yang kuat. Untuk sektor telekomunikasi, saham TLKM layak diperhatikan dengan karakter defensif dan target harga Rp2.760 per saham.

Pada sektor perbankan, BMRI menjadi pilihan utama dengan target harga Rp4.300 per saham karena kualitas aset dan pencadangan yang kuat.

Saham BBNI memiliki target harga Rp3.420 per saham dengan potensi pemulihan kredit korporasi, sedangkan BBRI tetap menarik dengan target harga Rp2.930 per saham lewat dominasi segmen UMKM.

Kenaikan indeks pada perdagangan kemarin dinilai belum cukup untuk menyimpulkan bahwa seluruh tantangan ekonomi telah teratasi.

Masih ada risiko suku bunga tinggi, kenaikan NPL, hingga arus keluar dana asing.

Penguatan saat ini dipandang sebagai awal dari proses pemulihan kepercayaan pasar.

>>> Timnas Indonesia Kalahkan Mozambik 1-0 di FIFA Matchday

"Jika pemerintah mampu menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat konsumsi domestik, dan menghadirkan kebijakan yang mendukung investasi, maka peluang IHSG untuk membangun tren kenaikan yang lebih berkelanjutan pada semester II 2026 akan semakin besar," pungkas Hendra Wardana.