Ia mengaku bangga karena para pemainnya mampu meredam gaya permainan transisional tersebut di lapangan. Fleksibilitas taktik ini dianggap sebagai kemajuan besar bagi perkembangan insting bertanding skuad Indonesia.

>>> WOW Group Merger MediaScience dan Eden Kreasi Indonesia untuk Solusi Digital Terintegrasi

"Malam ini kami harus menghadapi itu dan saya bangga kepada para pemain karena Anda tidak bisa benar-benar mempersiapkan diri menghadapi gaya seperti itu.

Kecuali Anda bermain secara rutin di kawasan tersebut, Anda tidak akan terbiasa menghadapi tipe permainan transisional seperti itu," imbuhnya.

Selain ketangguhan tiga bek tengah, peningkatan efektivitas skema bola mati serta ketajaman trio lini depan juga mendapat apresiasi.

Herdman melihat adanya chemistry yang semakin padu dan konsisten di lini serang.

"Saya pikir tiga bek tengah kami benar-benar harus berjuang mati-matian dalam beberapa momen tetapi kualitas mereka terlihat jelas.

Ketika mereka bisa melakukan tugas itu kami tahu kami memiliki talenta kreatif di lini depan," ucapnya.

Sektor penyerangan skuad Garuda disebut mulai menciptakan peluang yang lebih banyak dan berkualitas dibandingkan saat takluk dari Bulgaria di ajang FIFA Series terdahulu.

"Hal lain yang saya lihat selama rangkaian laga ini adalah peningkatan dalam situasi bola mati. Kami lebih berbahaya dalam set piece.

Kami juga melihat kreativitas dan chemistry yang lebih baik dari trio lini depan secara konsisten," jelas Herdman.

Herdman menyatakan bahwa fokus utama pada agenda kali ini adalah memperbaiki daya dobrak karena timnya gagal memberikan ancaman nyata saat mengontrol laga melawan Bulgaria.

"Tim mulai menciptakan peluang yang lebih banyak dan lebih berkualitas.

Itulah fokus utama kami dalam agenda kali ini karena saat melawan Bulgaria kami memang mampu mengontrol pertandingan tetapi tidak benar-benar memberikan ancaman nyata," tuturnya.

Rangkaian evaluasi taktik selama pemusatan latihan dinilai sukses membuat lini serang skuad Garuda tampil lebih spartan dalam mengancam pertahanan lawan.

>>> PT Surya Pertiwi Tbk Bagikan Sisa Dividen Rp35 per Saham

"Menurut saya dalam dua pertandingan terakhir ini para pemain terlihat jauh lebih berbahaya bagi lawan," tutup John Herdman.