Guangzhou Automobile Group (GAC) resmi memulai produksi taksi terbang listrik bernama AirCab. Pabrik baru di Guangzhou, China, mampu merakit hingga 100 unit per tahun.

AirCab merupakan kendaraan eVTOL (electric vertical take-off and landing) yang dikembangkan di bawah merek Govy. Pesawat ini telah mengantongi sertifikasi komersial dan lolos uji tabrak penuh.

>>> Harga Pertamax Naik Rp 3.950 per Liter, Biaya Operasional LMPV Membengkak

Bodi AirCab menggunakan serat karbon ringan. Enam lengan menjulur dari kabin, masing-masing membawa sepasang baling-baling untuk menghasilkan daya angkat.

GAC belum merinci spesifikasi teknis secara lengkap.

Namun, perusahaan sebelumnya menyebut AirCab dibekali baterai silinder berdensitas tinggi yang hanya perlu diisi 25 menit hingga penuh.

>>> Harga Pertamax Naik 10 Juni 2026, Biaya Full Tank PCX dan NMAX Melonjak

Jarak tempuh masih dirahasiakan, namun diperkirakan terbatas. GAC menyasar operator pariwisata dan mobilitas sebagai pengguna awal.

Tahun lalu, GAC melakukan uji coba di kawasan Teluk Guangdong-Hong Kong-Makau. Demonstrasi itu memperlihatkan potensi penggunaan untuk layanan wisata udara.

AirCab mendukung fitur otonom Level 4, sehingga tidak memerlukan pilot. Harga jualnya mencapai 1,68 juta yuan atau sekitar Rp 4 miliar.

>>> Daihatsu Pastikan Layanan Purnajual Tetap Berjalan Usai Penutupan 11 Outlet Asco Automotive

Dengan banderol tersebut, operator wisata kemungkinan akan mematok tarif tinggi untuk sekali terbang. GAC optimistis AirCab menjadi solusi mobilitas masa depan di sektor pariwisata.