Kehidupan manusia sering diwarnai ketidakpastian yang memicu penyesalan atas masa lalu dan kecemasan terhadap masa depan.

Kegelisahan akibat kehilangan, kekecewaan karena harapan tak terwujud, hingga ketakutan menghadapi hari esok kerap membayangi setiap individu.

>>> Timnas Indonesia Kalahkan Mozambik 1-0, Naik ke Peringkat 118 FIFA

Islam menghadirkan solusi melalui iman kepada takdir Allah Ta'ala.

Mengimani takdir merupakan salah satu rukun iman yang menegaskan bahwa seluruh dinamika hidup manusia berada dalam ilmu dan ketetapan-Nya.

Keyakinan ini bukan untuk memperlemah usaha, melainkan sebagai sumber ketenteraman jiwa agar manusia tidak terjebak dalam penyesalan berlebihan atau kecemasan yang tidak berdasar.

Wasiat Rasulullah SAW kepada Ibnu Abbas

Salah satu wasiat agung Rasulullah SAW dalam memperkuat akidah ini tersurat dalam pesan beliau kepada Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma.

Saat itu, Ibnu Abbas berada di belakang Rasulullah dan mendengar langsung sabda beliau.

"Wahai anak muda, sesungguhnya aku akan mengajarkanmu beberapa kalimat: Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya kamu akan mendapati-Nya di hadapanmu.

Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah. Dan jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah.

Dan ketahuilah bahwa apa yang menimpamu tidak akan meleset darimu dan apa yang meleset darimu tidak akan menimpamu.

Dan ketahuilah bahwa kemenangan itu bersama kesabaran, kelapangan itu bersama kesulitan, dan bersama kesulitan ada kemudahan.

Dan ketahuilah, seandainya seluruh umat berkumpul untuk memberimu manfaat dengan sesuatu, mereka tidak akan bisa memberimu manfaat kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan untukmu.

Dan seandainya mereka berkumpul untuk mencelakakanmu dengan sesuatu, mereka tidak akan bisa mencelakakanmu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan atasmu.