Dua anggota Kongres Amerika Serikat dari Partai Demokrat kembali menyoroti kendaraan asal China.

Sebuah rancangan undang-undang baru menargetkan model yang diproduksi oleh perusahaan dengan kepemilikan China minimal 15 persen.

>>> Jaecoo dan Geely Tembus 10 Besar Pasar Mobil Indonesia Mei 2026

Bahkan, turis asing tidak akan diizinkan mengemudikan kendaraan China mereka saat berkunjung ke Amerika Serikat. RUU tersebut diberi nama Protecting America from Chinese Cars Act.

Diperkenalkan pada Konferensi Kebijakan Mackinac bulan lalu, RUU ini bertujuan mencegah "kendaraan terhubung China masuk ke AS, termasuk melalui tetangga di utara dan selatan."

Ini merujuk pada Kanada dan Meksiko, di mana kendaraan China semakin banyak beredar.

Kantor Perwakilan Haley Stevens dan Senator Elissa Slotkin mencatat bahwa Kanada baru-baru ini menerima kendaraan listrik China, sementara kendaraan China telah menguasai sekitar 15 persen pangsa pasar di Meksiko.

Aturan Ketat untuk Kendaraan China

RUU yang diusulkan akan "mencegah kendaraan terhubung dari China dan negara musuh lainnya masuk ke AS."

Ini mencakup kendaraan yang diproduksi atau dirancang di China, serta model yang "diproduksi oleh perusahaan China atau entitas di mana perusahaan China memiliki saham lebih dari 15 persen."

Aturan ini akan menjadi masalah besar bagi Volvo, karena Geely dilaporkan memiliki 78,7 persen saham perusahaan tersebut.

Polestar juga berpotensi terkena dampak, karena lebih dari 20 persen sahamnya dimiliki oleh Geely.

>>> Aston Martin Ciptakan Simulator Valkyrie Seharga Rp1,3 Miliar, Hanya Bisa Dikendarai di Ruang Tamu

Volvo baru-baru ini menghadapi masalah serupa terkait aturan era Biden yang melarang penjualan dan impor sistem perangkat keras dan perangkat lunak kendaraan terhubung dari China dan Rusia.