Guna membuktikannya, Jeffries bersama tim peneliti menganalisis data dari survei Spektroskopi Gaia-ESO (GES).

Survei ini mengumpulkan data mengenai komposisi kimia dari ribuan bintang di galaksi Bima Sakti, khususnya pada gugusan bintang.

Bintang katai merah mengikis kandungan litium secara cepat pada masa mudanya.

Mengingat usia objek yang dipelajari dalam riset ini, sisa litium dari proses pembentukan awal seharusnya sudah hampir sepenuhnya lenyap.

Ketika tim peneliti mempersempit area pencarian pada bintang yang berpotensi menunjukkan tanda litium, mereka menemukan 318 bintang katai merah.

Dari total tersebut, enam di antaranya terdeteksi menyimpan litium jauh lebih banyak daripada kadar yang seharusnya.

Jawaban atas fenomena misterius ini akhirnya ditemukan melalui penelitian yang telah dipublikasikan di Monthly Notices of the Royal Astronomical Society.

Pemodelan dari para peneliti menunjukkan bahwa sinyal litium pada masing-masing dari enam bintang tersebut selaras dengan aktivitas akuisisi baru.

Aktivitas baru yang dimaksud adalah dengan memakan planet lain.

Planet batuan berukuran kecil diketahui umum dijumpai di sekitar lingkungan bintang katai merah, dan beberapa bintang dapat melahap planet mereka sendiri.

>>> Perjalanan 14 Tahun Pacaran Sooyoung SNSD dan Jung Kyung-ho Berakhir Putus

Perhitungan matematis menunjukkan bahwa sekitar tiga hingga 10 massa Bumi dari sebuah planet perlu lenyap ditelan bintang untuk memicu sinyal yang teramati.