"Namun ada juga saat-saat ketika para pemain tampil di level yang sangat tinggi. Kami hanya kurang dalam penyelesaian akhir," jelas Herdman.

Menurut Herdman, efektivitas serangan yang rendah membuat timnya gagal memperlebar jarak skor sejak awal laga.

"Saya pikir sebenarnya kami bisa mengunci pertandingan sejak babak pertama, dan itu yang kami harapkan."

Kendati demikian, pelatih berkebangsaan Inggris tersebut tetap mengapresiasi perjuangan skuadnya yang mampu menyapu bersih kemenangan di tengah jadwal padat.

"Kami mengalahkan dua tim yang peringkatnya berada di atas kami dalam sebuah jeda internasional yang menurut saya sangat sulit."

Herdman menyadari kondisi fisik pemain tidak dalam level maksimal karena baru menyelesaikan kompetisi panjang di klub masing-masing.

"Bulan Juni selalu menjadi periode yang berat bagi para pemain karena mereka baru menyelesaikan musim kompetisi yang panjang.

Jadi sekali lagi saya bangga kepada para pemain."

Kini fokus utama tim kepelatihan adalah mempertahankan konsistensi performa untuk menghadapi rangkaian pertandingan internasional pada bulan-bulan berikutnya. "Saat ini kami mulai memiliki momentum."

Rangkaian uji coba ini menjadi bagian dari persiapan panjang Timnas Indonesia dalam mendongkrak posisi di peringkat FIFA.

>>> Defisit Perdagangan AS April 2026 Turun Jadi US$55,9 Miliar

"Tantangan besar berikutnya adalah menjaga tren tidak terkalahkan ini hingga Juli, Agustus, lalu September dan Oktober. Itulah standar yang sedang kami dorong bersama kelompok pemain ini," tutup Herdman.