San Antonio Spurs berhasil memangkas defisit menjadi 2-1 setelah mengalahkan New York Knicks dengan skor 115-111 pada laga Game 3 Final NBA di Madison Square Garden, Senin malam waktu setempat.

Kemenangan ini sekaligus mengakhiri rekor tak terkalahkan Knicks yang bertahan selama 46 hari terakhir.

>>> San Antonio Spurs Kalahkan New York Knicks pada Game 3 Final NBA

Victor Wembanyama menjadi motor serangan utama Spurs dengan catatan 32 poin, delapan rebound, dan enam assist.

Pebasket asal Prancis itu mencetak 10 poin di kuarter pamungkas untuk meredam kebangkitan Knicks.

Dari kubu tuan rumah, Jalen Brunson juga mengemas 32 poin namun belum cukup membawa Knicks meraih kemenangan.

Hasil ini membuat Spurs terhindar dari defisit 3-0 yang belum pernah bisa dibalikkan tim mana pun sepanjang sejarah NBA.

Selain Wembanyama, Stephon Castle turut menyumbang 23 poin bagi Spurs, termasuk dua tembakan bebas krusial di sisa waktu 6,8 detik pertandingan.

Laga Final NBA pertama di Madison Square Garden sejak 21 Juni 1999 ini dipadati penonton, termasuk Presiden Donald Trump dan Wali Kota New York Zohran Mamdani.

Atmosfer riuh dari para suporter yang rela mengantre panjang demi sistem keamanan ketat menjadi tantangan tersendiri bagi kedua tim.

Tekanan Mental dan Taktik

Pelatih New York Knicks, Mike Brown, menyatakan bahwa sorotan media serta keriuhan di luar lapangan merupakan hal baru bagi sebagian besar pemainnya.

"You know, right now, the amount of media and noise that’s outside is something that the guys, most guys, haven’t seen," kata Brown.

>>> Spurs Kalahkan Knicks di Game 3 Final NBA, Wembanyama Bersinar