Namun ia menggarisbawahi situasi diplomatik yang masih kompleks.

"Saya merasa terkadang kedua negara tampak sangat akrab di permukaan, tetapi pada kenyataannya masih banyak persoalan yang belum terselesaikan."

Dalam jamuan makan malam kenegaraan, Xi Jinping menegaskan pentingnya momentum historis kemitraan ini.

"Hubungan China-Korea Utara kini telah memasuki 'titik awal sejarah yang baru'," sebut Xi sebagaimana dilaporkan KCNA.

Pengamat politik internasional mencermati tidak adanya pembahasan mengenai program senjata nuklir Pyongyang maupun hubungan dengan AS dalam rilis media Korea Utara.

Profesor studi internasional di Ewha Womans University Seoul, Leif-Eric Easley, memperkirakan komunikasi kedua pemimpin akan terus berlanjut menjelang potensi dialog masa depan antara Korea Utara dan AS.

"Meskipun sangat mungkin para pemimpin China dan Korea Utara akan berkonsultasi sebelum Kim kemungkinan kembali bertemu Trump, masih diragukan bahwa Xi akan menjadi katalis bagi pembicaraan antara AS dan Korea Utara," kata Easley.

>>> Hubungan Trump-Netanyahu Mulai Retak Akibat Konflik Lebanon

Berdasarkan laporan Yonhap, Xi Jinping dijadwalkan kembali ke China pada Selasa sore setelah menyelesaikan seluruh rangkaian kunjungan kenegaraannya di Pyongyang.