Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak tajam sebesar 404,5 poin atau 7,5 persen ke level 5.746,6 pada penutupan perdagangan Selasa (9/6/2026).

Kenaikan signifikan ini mengakhiri tren pelemahan di zona merah yang telah berlangsung selama tujuh pekan berturut-turut.

>>> Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan 17 Duta Besar Negara Sahabat

Penguatan indeks membalikkan posisi dari level terendah tahunan yang sempat menyentuh angka 5.317 pada hari sebelumnya.

Pergerakan positif ini dipicu oleh kombinasi faktor teknikal serta serangkaian kebijakan baru dari pemerintah dan Bank Indonesia.

Relief Rally dengan Katalis Jelas

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menyebut level 5.317 merupakan zona support jangka panjang sejak krisis global 2008 dan pandemi 2020.

Menurut Liza, kenaikan IHSG hari ini lebih tepat dipandang sebagai relief rally yang memiliki katalis jelas, tetapi belum dapat dikategorikan sebagai bukti bahwa seluruh masalah telah terselesaikan.

Faktor pemicu utama adalah munculnya wacana buyback saham BUMN menyusul pertemuan mendadak Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dengan institusi keuangan negara.

Selain itu, Bank Indonesia secara mengejutkan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen disertai paket kebijakan stabilisasi nilai tukar.

>>> Indeks Saham Bahan Baku Ambles 24 Persen Akibat Sentimen Negatif

Liza menambahkan bahwa timing wacana buyback sulit dikatakan kebetulan, karena IHSG menyentuh area support jangka panjang dan valuasi saham blue chip turun ke level sangat murah secara historis.

Langkah Bank Indonesia melakukan intervensi valuta asing dan memberikan diskon biaya hedging menjadi sinyal kuat bagi pasar, mendorong indeks terus menguat bahkan setelah naik 4 persen sebelum pengumuman suku bunga.