Bank Indonesia Proyeksikan Rupiah Menguat ke Rp16.800-Rp17.500 pada 2027
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan proyeksi optimistis nilai tukar rupiah pada tahun 2027.
Mata uang Garuda diperkirakan bergerak di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar Amerika Serikat.
>>> Pencarian Link Video Cut Salwa Ramai di Media Sosial, Publik Diminta Waspadai Tautan Tidak Jelas
Target tersebut sejalan dengan asumsi kurs dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal 2027.
Angka ini digunakan sebagai dasar penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.
Optimisme BI ditopang oleh sejumlah faktor.
Perry Warjiyo menyebut perbaikan ekonomi global, kekuatan ekonomi domestik, peran PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), operasi moneter bank sentral, serta sinergi fiskal sebagai pendorong utama.
Prospek Ekonomi Global dan Domestik
Dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI di Jakarta, Perry Warjiyo menguraikan prospek pertumbuhan ekonomi dunia.
Angkanya diperkirakan mencapai 3,1 persen pada 2027, yang dapat memicu aliran modal masuk ke negara berkembang.
"Tentu saja kondisi geopolitik kita harapkan akan membaik dan mendorong inflow ke emerging market, termasuk Indonesia," ujar Perry Warjiyo.
Di sisi domestik, pertumbuhan ekonomi nasional tercatat 5,61 persen pada triwulan I-2026.
>>> Chatib Basri: Tiga Opsi Jaga Kesehatan Fiskal Indonesia
Inflasi tetap terjaga dalam rentang sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen, menunjukkan fundamental yang kuat.
"Fundamental kita akan mendukung penguatan nilai tukar rupiah," imbuh Gubernur BI.
Peran PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) juga disorot. Lembaga ini mengoptimalkan pengelolaan ekspor untuk meningkatkan pencatatan devisa hasil ekspor dan menambah cadangan devisa negara.
"DSI tidak hanya mendukung pembiayaan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kenaikan cadangan devisa dan penguatan nilai tukar rupiah," jelas Perry Warjiyo.
Bank Indonesia berkomitmen mengintensifkan operasi moneter.
Langkahnya meliputi lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia dua kali sepekan, intervensi pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward, dan Non-Deliverable Forward di luar negeri.
"Lima faktor itu membuat rupiah, insyaallah, tahun depan akan menguat ke kisaran Rp16.800 sampai Rp17.500," pungkas Perry Warjiyo.
Sinergi erat antara otoritas moneter dan kebijakan fiskal pemerintah diharapkan menjadi fondasi utama.
>>> Kortas Tipikor Polri Geledah Gedung WIKA Terkait Korupsi Pabrik Gula
Hal ini penting untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan daya tarik investasi portofolio asing ke Indonesia.
Update Terbaru
Agibot Perkenalkan Lima Robot Pintar Berbasis AI di Indonesia
Selasa / 09-06-2026, 20:17 WIB
Jadwal Sepak Bola Internasional 8-9 Juni: Piala AFF U19 hingga Uji Coba Piala Dunia
Selasa / 09-06-2026, 20:17 WIB
Konflik Sinetron Terikat Janji Memanas Akibat Manipulasi Dipa
Selasa / 09-06-2026, 20:16 WIB
Karier Anthony Martial Kian Merosot Usai Diputus Kontrak CF Monterrey
Selasa / 09-06-2026, 20:16 WIB
BPJS Kesehatan: Rancangan Perpres Jaminan Kesehatan Berpotensi Naikkan Biaya Rp35 Triliun
Selasa / 09-06-2026, 20:16 WIB
Kortas Tipikor Polri Geledah Empat Lokasi Terkait Kasus Pabrik Gula
Selasa / 09-06-2026, 20:16 WIB
Relaksasi RKAB Batubara 2026 Diprediksi Dongkrak Permintaan Alat Berat
Selasa / 09-06-2026, 20:16 WIB
Pendapatan DSNG Tembus Rp 12,3 Triliun, Prospek Positif hingga Akhir 2026
Selasa / 09-06-2026, 20:13 WIB
Cara Mengunci Folder Laptop dan Komputer untuk Amankan Data Pribadi
Selasa / 09-06-2026, 20:13 WIB
Review Konser EXO PLANET #6 - EXhOrizon di Jakarta: 7 Tahun Penantian Berakhir Manis
Selasa / 09-06-2026, 20:13 WIB
Boiyen Doakan Anwar BAB Hadapi Kasus Hanania Travel
Selasa / 09-06-2026, 20:13 WIB
Kenali Bahaya Unfamiliar Tasking yang Picu Kecelakaan Akibat Ganti Jenis Mobil
Selasa / 09-06-2026, 20:12 WIB
BRIN Deteksi Sinyal Awal Upwelling Musim Timur 2026 di Perairan Selatan Indonesia
Selasa / 09-06-2026, 20:12 WIB
Harga HP Vivo 9 Juni 2026 Stabil, Mulai Rp1 Jutaan
Selasa / 09-06-2026, 20:12 WIB






