Tim peneliti kemudian memeriksa kadar GDF15 pada individu dengan ketergantungan alkohol dan menemukan kadarnya rata-rata lima kali lipat lebih tinggi dibanding orang dewasa normal.

Gillum menyatakan bahwa hasil ini konsisten dengan gagasan bahwa GDF15 meningkat sebagai reaksi terhadap konsumsi alkohol kronis.

Pengujian pada tikus dilakukan untuk memastikan apakah GDF15 secara spesifik menurunkan keinginan minum alkohol atau sekadar menekan nafsu makan.

Hasilnya menunjukkan bahwa GDF15 menekan nafsu makan secara umum, tetapi keinginan tikus untuk minum alkohol menurun jauh lebih drastis.

Matthew Gillum menyatakan ketertarikannya terhadap temuan ini karena berpotensi diterapkan dalam terapi pengobatan ketergantungan alkohol.

>>> Prancis dan Senegal Masuk Grup I Neraka Piala Dunia 2026

Tim riset kini berencana mempelajari kadar GDF15, variasi genetik, dan perubahan pola makan pada kelompok ibu hamil.