PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) membukukan produksi tandan buah segar (TBS) sebanyak 73.090 ton hingga awal Juni 2026.

Capaian itu setara dengan 26 persen dari target tahunan sebesar 281.000 ton.

>>> Kremlin Konfirmasi Kontak Diplomatik Utusan AS dengan Rusia dan Ukraina Masih Berjalan

Selain TBS, perseroan juga memproduksi minyak kelapa sawit mentah (CPO) sebesar 15.930 ton. Jumlah tersebut mencapai 27 persen dari target tahun 2026 yang dipatok 59.254 ton.

Manajemen PGUN memaparkan rincian kinerja komoditas lain dalam public expose.

Produksi palm kernel tercatat 3.231 ton, atau sekitar 29 persen dari anggaran tahun ini sebesar 11.254 ton.

Finance and Accounting Manager Pradiksi Gunatama, Donisius G, menyampaikan data tersebut. Ia juga mengungkapkan target pendapatan perusahaan untuk tahun 2026.

PGUN memproyeksikan omzet usaha mencapai Rp 973 miliar pada 2026.

Sebagian besar pendapatan berasal dari penjualan CPO yang ditargetkan Rp 859 miliar, dengan volume 59 ribu ton dan harga jual rata-rata Rp 14.500 per kilogram.

>>> Kemensos Salurkan Bansos PKH Tahap 2 Periode April-Juni 2026

Untuk produk kernel, pendapatan direncanakan sekitar Rp 114 miliar. Volume penjualan kernel ditargetkan 11.000 kilogram dengan harga rata-rata Rp 10.000 per kilogram.

Emiten bersandi PGUN ini memasang target laba operasional Rp 199 miliar dan laba bersih Rp 299 miliar untuk tahun buku 2026.

Angka laba operasional setara 1 persen dari target omzet, sedangkan laba bersih mencapai 30 persen.

Sebagai perbandingan, pada kuartal I 2026 perseroan mencatat penjualan bersih Rp 166,54 miliar dan laba bersih Rp 32,48 miliar.

Manajemen menegaskan tidak akan memperluas penjualan ke pihak non-afiliasi. Seluruh produksi CPO disalurkan ke perusahaan induk, PT Jhonlin Agro Jaya Tbk (JARR).

Donisius G menyebutkan bahwa berapa pun CPO yang dihasilkan PGUN akan diserahkan kepada JARR.

>>> Mengapa Pekerjaan Sering Terbawa ke Dalam Mimpi? Ini Penjelasannya

Kapasitas induk dinilai memadai, terutama dengan rencana peningkatan kapasitas untuk mendukung program biosolar B50 pemerintah.