Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah menguat signifikan pada perdagangan Selasa (9/6/2026). Penguatan ini terjadi setelah spekulasi perombakan kabinet mereda.

Isu pergantian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi dibantah. Respons positif pasar pun langsung terlihat.

>>> Emirates Siap Pulihkan Operasional Penerbangan di Timur Tengah

Dilansir dari Investor Daily, IHSG ditutup melonjak sebesar 7,5 persen pada sore hari. Sementara itu, rupiah menguat 129 poin terhadap dolar AS ke level Rp 18.058.

Sebelumnya, rupiah sempat menyentuh penguatan hingga 150 poin dari penutupan terdahulu di posisi Rp 18.187.

Sentimen Politik dan Faktor Lain

Ekonom STIE YKP Yogyakarta, Aditya Hera Nurmoko menilai berkurangnya ketidakpastian politik menjadi pendorong membaiknya sentimen investor.

Ketidakpastian arah kebijakan fiskal sempat memicu kekhawatiran karena pasar keuangan cenderung menghindari instabilitas.

"Rumor pergantian menteri keuangan sempat memunculkan pertanyaan mengenai arah kebijakan fiskal pemerintah.

Ketika isu itu dibantah, sebagian investor kembali percaya bahwa tidak akan ada perubahan mendadak pada kebijakan ekonomi," kata Aditya, Selasa (9/6).

Aditya menambahkan bahwa kesinambungan kebijakan dan koordinasi antara Kementerian Keuangan dengan Bank Indonesia sangat krusial demi menjaga stabilitas pasar.

Selain faktor redanya isu politik, aksi beli saham-saham yang harganya sudah turun (buy on weakness) pasca-pelemahan tajam sehari sebelumnya turut mendorong rebound.

"Meredanya rumor reshuffle kemungkinan menjadi salah satu katalis positif yang mengurangi kepanikan pasar. Namun, itu bukan satu-satunya faktor yang menentukan penguatan IHSG dan rupiah pada hari ini," ujarnya.

>>> Kenaikan BI Rate Diprediksi Tekan Daya Beli Rumah Kelas Menengah

Menurut Aditya, pergerakan pasar tetap dipengaruhi oleh faktor eksternal dan makro lain seperti arus modal asing, suku bunga, kondisi global, serta sentimen dolar AS.