Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan penggunaan Aspal Buton (Asbuton) mencapai 100 persen di seluruh jalan Indonesia pada tahun 2029.

Langkah ini bertujuan meningkatkan pemanfaatan material lokal dan mendukung kemandirian konstruksi nasional.

>>> Kevin De Bruyne Siap Bela Belgia di Piala Dunia 2026

Pemerintah mulai melaksanakan target tersebut secara bertahap pada tahun ini.

Sebagai langkah awal, uji coba pencampuran Asbuton dengan Warm Mix Asphalt (WMA) telah diterapkan sepanjang 1,5 kilometer di Jalan Tol Pemalang-Batang pada Senin (25/5/2026).

Pemilihan lokasi di jalur bebas hambatan didasarkan pada kondisi kepadatan lalu lintas yang tinggi.

Penilaian kekuatan performa hasil inovasi ini menjadi fokus utama dalam proyek percontohan tersebut.

Ditjen Bina Marga menyatakan bahwa pemanfaatan Asbuton mendukung peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN) dan inovasi jalan berkelanjutan.

Uji coba dilakukan pada dua titik, yaitu Seksi 1 KM 313+600 sampai KM 314+600 serta Seksi 2 di KM 317+900 hingga KM 318+400.

>>> Kemenhaj Pastikan Dua Jemaah Haji Ciamis yang Wafat Dapat Asuransi

Metode WMA dipilih karena mampu mengurangi emisi karbon melalui proses produksi bersuhu rendah.

Teknologi ini diharapkan menghemat energi produksi secara signifikan dibandingkan metode konvensional.

Indonesia memiliki cadangan Asbuton terbesar di dunia, yaitu 663 juta ton di Sulawesi Tenggara.

Kebijakan ini mendapat tanggapan positif dari pelaku usaha jasa konstruksi karena mampu menekan impor aspal.

Melalui skema A30, Kementerian PU mengupayakan kenaikan konsumsi Asbuton dari 4 persen menuju target 30 persen.

Kebijakan ini diproyeksikan menghemat devisa hingga Rp4,08 triliun per tahun dan memberikan efek ekonomi Rp22,67 triliun.

>>> Nokia Ubah Arsitektur Jaringan Seluler dengan AI, Fokus pada Token

Selain itu, hilirisasi Asbuton diharapkan membuka lapangan kerja baru di sektor industri pengolahan dalam negeri.