Nokia Ubah Arsitektur Jaringan Seluler dengan AI, Fokus pada Token
Nokia bersiap mengubah arsitektur industri telekomunikasi global melalui integrasi kecerdasan buatan (AI) sebagai langkah evolusi jaringan seluler berikutnya.
Peralihan ini menggeser fokus beban kerja yang semula berbasis lalu lintas data konvensional menjadi token AI.
>>> Kisah ARMY Rela Cuti Kerja Demi Fokus War Tiket Konser BTS
Industri seluler dinilai memiliki pendekatan yang kaku terhadap standar sejak era 2G sehingga perkembangannya berjalan lambat.
Akibatnya, investasi modal besar selama 20 tahun terakhir belum berhasil mengubah pengalaman jaringan pelanggan secara revolusioner, termasuk transisi dari 4G ke 5G.
Fokus pada Token AI
Nokia mengoptimalkan pengiriman token untuk merespons lonjakan pemanfaatan AI yang mulai mendominasi konsumsi spektrum siber global.
“Kami menyadari beban kerja baru saat ini bukanlah data, melainkan token. Ini adalah kecerdasan.
Di masa depan, suara dan data akan menjadi token. Itulah generasi jaringan berikutnya,” kata Justin Hotard, President & CEO Nokia.
Nokia juga menjalin kemitraan strategis dengan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) dan NVIDIA untuk mendukung optimalisasi pengiriman token tersebut.
>>> Pendapatan Champion Pacific Indonesia Tumbuh 5,54% Jadi Rp917,3 Miliar pada 2025
Integrasi ini didorong oleh data konsumsi trafik seluler dunia yang saat ini sudah mulai didominasi oleh penggunaan AI.
“Jika Anda melihat trafik seluler di seluruh dunia, hampir seperempatnya sudah berupa AI. Hal itu mengejutkan,” kata Justin Hotard.
Penerapan arsitektur AI-native ini juga menghapus ketergantungan performa jaringan pada perangkat keras seperti masa lalu.
Melalui sistem baru, perangkat lunak di dalam jaringan akan membantu infrastruktur untuk terus belajar dan berkembang secara mandiri.
Pola lama pengadaan perangkat keras khusus oleh operator kini dipecah melalui konsep jaringan AI atau AI grid.
>>> CIMB Niaga dan 16 Bank Salurkan Kredit Sindikasi US$750 Juta ke Vale Indonesia
Ketika kapasitas infrastruktur tidak digunakan untuk layanan radio, perangkat komputasi dapat dialihkan secara otomatis untuk proses inferensi AI atau layanan inti lainnya.
Update Terbaru
BEI Dorong Anggota Bursa Jadi Liquidity Provider untuk Tingkatkan Likuiditas
Selasa / 09-06-2026, 19:49 WIB
Tiga Mahasiswa KIP-K Unusa Raih Double Degree dari Taiwan
Selasa / 09-06-2026, 19:49 WIB
Bengkel Spesialis Ungkap Penyebab Baterai Motor Listrik Murah Mudah Rusak
Selasa / 09-06-2026, 19:49 WIB
Apple Resmi Luncurkan macOS 27 Golden Gate dengan Fitur AI Canggih
Selasa / 09-06-2026, 19:48 WIB
Budi Gunadi Sadikin Bantah Rumor Jadi Menteri Keuangan
Selasa / 09-06-2026, 19:48 WIB
OJK: Pembiayaan Multiguna Capai Rp258,73 Triliun per April 2026
Selasa / 09-06-2026, 19:48 WIB
Edifier LolliClip SE Resmi Meluncur, TWS Open Ear dengan Baterai 40 Jam
Selasa / 09-06-2026, 19:48 WIB
IHSG Melonjak 7,57 Persen setelah OJK Redam Kekhawatiran Investor
Selasa / 09-06-2026, 19:45 WIB
Hirokazu Kore-eda Sutradarai Film Live Action Look Back Karya Tatsuki Fujimoto
Selasa / 09-06-2026, 19:45 WIB
Pemerintah Ungkap Alasan Ubah Batas Usia Pensiun Kapolri
Selasa / 09-06-2026, 19:44 WIB
Taman Safari Indonesia Sukses Biakkan Panda Raksasa di Bogor
Selasa / 09-06-2026, 19:44 WIB
Prabowo Panggil Chatib Basri ke Istana di Tengah Isu Reshuffle
Selasa / 09-06-2026, 19:44 WIB
Teknisi Ungkap Proses Balancing Baterai Mobil Listrik Butuh Waktu Hingga 3 Hari
Selasa / 09-06-2026, 19:44 WIB
Singapura Tanggapi Kebijakan Ekspor Satu Pintu Komoditas Strategis RI
Selasa / 09-06-2026, 19:44 WIB






