Ketiga, use case yang dipilih benar-benar berdampak, bukan sekadar mengikuti tren. Keempat, anggaran disiapkan bertahap, dimulai dari proyek kecil untuk membuktikan nilai.

Kelima, tim disiapkan dan dilibatkan, karena adopsi AI menuntut perubahan cara kerja. "Mulai dari yang dampaknya jelas dan bisa diukur.

>>> Apple Intelligence Kini Bisa Ganti Kata Sandi yang Bocor Secara Otomatis

Jangan langsung membayangkan AI yang rumit," katanya.

Di pasar nasional, proyek percontohan untuk satu use case umumnya memakan dana pada kisaran puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Sementara itu, penerapan AI kelas enterprise dapat menelan biaya ratusan juta hingga di atas satu miliar rupiah.

Didit menyarankan agar nominal tersebut dipandang sebagai instrumen investasi berkala, bukan beban biaya sekali bayar. "Tidak perlu langsung besar.

Justru lebih aman mulai dari proyek kecil untuk membuktikan nilainya," paparnya.

Faktor kompetensi sumber daya manusia juga memegang peran vital. "Banyak proyek AI yang secara teknis berhasil, tapi gagal karena timnya tidak siap atau tidak dilibatkan.

Teknologi dan kesiapan timnya harus berjalan beriringan," kata Didit.

Pendampingan dari konsultan AI dinilai krusial untuk menjembatani kendala kesiapan, mulai dari merumuskan masalah, audit validitas data, hingga integrasi solusi ke sistem bisnis berjalan.

Majapahit Teknologi, agensi yang dipimpin Didit sejak 2018 di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, menyediakan jasa konsultan, integrator AI, hingga pengembangan aplikasi custom.

Korporasi ini mengelola portofolio klien dari UMKM, perusahaan swasta, hingga instansi pemerintahan.

Dalam proyeksi tren adopsi yang terus menanjak, korporasi dengan perencanaan matang dipastikan memiliki daya saing lebih kuat di pasar.

>>> Sooyoung SNSD dan Jung Kyung-ho Putus Setelah 14 Tahun Pacaran

"Mulai dari masalah, pastikan datanya siap, lalu pilih solusi yang tepat. Konsultasi di awal jauh lebih murah daripada memperbaiki proyek yang sudah gagal," tutupnya.