Penurunan proyeksi ekonomi dari institusi global turut menjadi perhatian khusus bagi manajemen tingkat atas dalam penentuan arah kebijakan strategis.

"This shows that the business world faces very broad economic dynamics. And for business leaders, the impact is very real," ujar Neneng.

Manajemen perusahaan harus mempertahankan fokus yang tajam demi menjaga keberlanjutan usaha di tengah berbagai hambatan baru.

"Well, in a situation like this, company leaders certainly need to think sharper and more disciplined, of course, about how we grow," katanya.

Target pencapaian pertumbuhan berkala tetap menjadi komitmen utama pelaku usaha meski dihadapkan pada situasi yang tidak menentu.

"Whatever happens, we must continue to grow," ujar Neneng.

Pendekatan yang adaptif menggantikan metode lama agar ruang ekspansi usaha dapat dimaksimalkan secara efektif.

"Well, at Grab, we believe that growth opportunities are still very open. However, the space to grow in the old way is narrowing," katanya.

Penerapan strategi baru ini membutuhkan keselarasan penuh antara perencanaan strategis dan pelaksanaan operasional di lapangan sehari-hari.

"This opportunity needs to be pursued in a more disciplined manner.

How we choose priorities sharper, execute faster, and ensure that every initiative really has an impact," tegas Neneng.

Keberhasilan melewati tantangan ekonomi pada semester kedua tahun ini disebut membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, pelaku usaha, aspek operasional, dan teknologi.

>>> Pemerintah Optimalkan Bansos 2027 dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional

"Karena pada akhirnya, pertumbuhan yang lebih kuat membutuhkan kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah dan pelaku usaha, antara teknologi dan operasional, serta antara strategi dan eksekusi sehari-hari," tegas Neneng.