Penanaman komoditas akan disesuaikan dengan kondisi agro-klimatologi dan budaya setempat.

Kementan menetapkan target minimal hasil panen 5 ton per hektare, namun 3-4 ton per hektare dinilai sudah baik.

Kepala BRIN Arif Satria menegaskan kesiapan infrastruktur keilmuan untuk memitigasi dampak perubahan iklim pada sektor hortikultura, peternakan, dan perkebunan.

BRIN ditargetkan mampu mendongkrak produksi bawang putih domestik hingga 35 ton per hektare untuk menekan impor.

Teknologi modern seperti kecerdasan buatan, robotik, genomik, dan smart farming akan dioptimalkan dalam kerja sama ini.

"Kita di BRIN tidak hanya di bidang pertanian, banyak bidang-bidang lain non-pertanian yang bisa mendukung pertanian.

Baik untuk mesin pertanian, kemudian untuk AI, untuk bidang genomik yang bisa menghasilkan varietas-varietas yang lebih unggul dengan teknologi lebih canggih, kemudian juga untuk robotik dan kemudian juga untuk berbagai smart farming yang membutuhkan disiplin ilmu yang lebih luas lagi," papar Arif Satria.

>>> Misteri Dua Pesawat Tak Bertuan di PT Dirgantara Indonesia Belum Terpecahkan

Kolaborasi ini diharapkan mampu mengawal keberhasilan program ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.