PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF telah merealisasikan seluruh dana Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp6,68 triliun sepanjang tahun 2025.

Dana tersebut dialokasikan untuk mendukung program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

>>> Apple WWDC26: Siri Bertenaga Gemini dan Era Baru Apple Intelligence

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen SMF dalam menyukseskan program 3 Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah.

Pembiayaan FLPP dan Peran SMF

Penyaluran dana PMN digunakan untuk memenuhi porsi pembiayaan sebesar 25 persen dari total kebutuhan program FLPP.

Sementara itu, sisa 75 persen pembiayaan lainnya dipenuhi oleh Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).

Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo, menjelaskan bahwa seluruh dana PMN telah disalurkan ke bank-bank penyalur hingga 31 Desember 2025.

Ia menyampaikan hal tersebut di Kompleks Parlemen RI pada Senin, 8 Juni 2026.

Meskipun demikian, kebutuhan porsi 25 persen FLPP sebenarnya mencapai Rp8,03 triliun, lebih besar dari PMN yang diterima.

>>> Peritel Antisipasi Lonjakan Harga Fesyen Impor Mulai Juli 2026

Untuk menutupi kekurangan sebesar Rp1,35 triliun, SMF menerbitkan surat utang di pasar modal.

Kombinasi dana PMN dan surat utang tersebut berhasil memfasilitasi kredit perumahan subsidi sebanyak 194.612 unit rumah.

Secara historis, sejak 2018 hingga saat ini, SMF telah menerima total PMN sebesar Rp17,91 triliun untuk hunian terjangkau.

Dana tersebut digabungkan dengan penerbitan surat utang korporasi senilai Rp16,64 triliun, menghasilkan portofolio pembiayaan hingga 904.000 unit rumah.

Ananta Wiyogo menegaskan bahwa SMF berfungsi me-leverage PMN yang diberikan pemerintah sehingga cukup untuk memenuhi porsi 25 persen FLPP.

>>> Telkom Angkat Edwin Hidayat Abdullah dan Anthony Leong sebagai Komisaris Baru

Dengan demikian, program FLPP dapat dinikmati oleh masyarakat berpenghasilan rendah.