Pakar Sarankan Kuota Produksi Batu Bara RKAB 2026 Direvisi Naik Jadi 700 Juta Ton
Pakar industri mineral dan batu bara menyarankan kuota produksi batu bara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 direvisi naik menjadi sekitar 700 juta ton.
Ketua Indonesian Mining and Energy Forum (IMEF) Singgih Widagdo menilai kuota produksi di sekitar 700 juta ton merupakan besaran yang rasional dalam menghadapi perkembangan pasar batu bara domestik dan global.
>>> Pemerintah Salurkan Bansos Beras 20 Kg dan Minyakita 4 Liter hingga Juni 2026
Singgih mengungkapkan saran tersebut telah memperhitungkan realisasi produksi pada tahun lalu di rentang 790—817 juta ton dan kenaikan produksi batu bara China dan India.
“Dengan produksi 2025 sebanyak 790 juta ton dan catatan volume produksi di setiap perusahaan, termasuk kondisi kenaikan produksi China dan India; saya melihat relaksasi sampai sekitar 700 juta lebih rasional dalam menghadapi [perkembangan] pasar.
Tentunya termasuk kebutuhan domestik, baik kelistrikan umum maupun industri,” kata Singgih ketika dihubungi, Selasa (9/6/2026).
Singgih meyakini revisi kuota produksi dalam RKAB 2026 yang bakal dilakukan pemerintah bakal memperbaiki margin keuntungan penambang, selama harga jual masih di atas biaya produksi per ton.
Di sisi lain, pemerintah juga bakal untung sebab penerimaan negara bukan pajak (PNBP) hingga setoran perpajakan bakal meningkat, jika nantinya produksi batu bara meningkat.
“Persetujuan ataupun relaksasi mencerminkan tanggung jawab dalam mengelola sumber daya manusia, keuangan perusahaan, investasi oleh bank, pendapatan daerah, PNBP, pajak perusahaan, serta perputaran ekonomi daerah melalui efek pengganda [multiplier effect] yang dihasilkannya,” ucapnya.
Jika disetujui, kata dia, penambang bakal memanfaatkan revisi kuota RKAB untuk meningkatkan penjualan di pasar spot.
Sementara itu, pasokan untuk kontrak jangka panjang diprediksi telah dicanangkan jauh-jauh hari oleh penambang.
Update Terbaru
Liverpool Tentukan Starting XI untuk Uji Coba Lawan Sunderland di Nashville
Minggu / 26-07-2026, 04:51 WIB
Red Sox Pertimbangkan Perdagangan Sonny Gray Jelang Batas Waktu
Minggu / 26-07-2026, 04:50 WIB
Terence Crawford Dukung Errol Spence Jr Hadapi Tim Tszyu Tanpa Laga Pemanasan
Minggu / 26-07-2026, 04:50 WIB
Josh Kelly Pertahankan Gelar IBF Usai Kalahkan Caoimhin Agyarko
Minggu / 26-07-2026, 04:50 WIB
ICE Deportasi Mantan Pemain NFL Daniel Adongo ke Kenya
Minggu / 26-07-2026, 04:49 WIB
Edu Aguirre Kalahkan Gaston Edul di Laga Tinju La Velada VI
Minggu / 26-07-2026, 04:49 WIB
Josh Kelly Pertahankan Gelar IBF Usai Kalahkan Caoimhin Agyarko di Jeddah
Minggu / 26-07-2026, 04:49 WIB
China Ingin Bangun Pabrik Mobil di AS, Haruskah Diizinkan?
Minggu / 26-07-2026, 04:49 WIB
Deportivo San Pedro Kalahkan Xelaju MC di Debut Liga Nasional
Minggu / 26-07-2026, 04:46 WIB
Podcast dari Penjara Picu Konflik Keluarga Steve McBee Sr
Minggu / 26-07-2026, 04:46 WIB
Amy's Kitchen Tarik 180.000 Kaleng Sup Lentil Organik karena Risiko Pembusukan
Minggu / 26-07-2026, 04:46 WIB
Alan Ritchson Beri Kode Akan Bergabung dengan DC Universe, Tapi Bukan Batman?
Minggu / 26-07-2026, 04:42 WIB
Diduga Aniaya Staf, Politisi Gerindra Andi Tenri Walinonong Punya Harta Rp1,9 Miliar
Minggu / 26-07-2026, 04:42 WIB
Zulhas Akui Program Makan Bergizi Gratis Bermasalah, Siap Tanggung Jawab
Minggu / 26-07-2026, 04:42 WIB







