Penyebaran virus Ebola di Republik Demokratik Kongo semakin mengkhawatirkan. Otoritas kesehatan setempat mengonfirmasi 27 kasus baru dalam 24 jam terakhir.

Data terbaru dari Institut Kesehatan Masyarakat Nasional Kongo (INSP) mencatat total kasus terkonfirmasi mencapai 515 infeksi. Jumlah kematian akibat virus mematikan ini telah mencapai 91 orang.

>>> Pelemahan Rupiah Dorong Kenaikan Biaya Operasional Pusat Perbelanjaan

Provinsi Ituri di wilayah timur Kongo menjadi episentrum paling parah. Wilayah ini menyumbang lebih dari 94 persen dari seluruh kasus yang tercatat.

Situasi keamanan yang tidak stabil akibat serangan kelompok bersenjata seperti Pasukan Demokratik Sekutu (ADF) memperumit penanganan medis.

Buruknya infrastruktur kesehatan dan minimnya akses jalan beraspal di Ituri juga menjadi hambatan besar bagi mobilisasi tim medis.

Respons Internasional dan Tantangan Penanganan

Kondisi darurat ini menarik perhatian internasional. Komisioner Eropa Hadja Lahbib meninjau langsung situasi di Ituri untuk memberikan dukungan moral kepada para pekerja bantuan.

"Kita perlu dapat memberikan diagnosis lebih cepat," kata Hadja Lahbib kepada wartawan dalam bahasa Prancis.

>>> Harga Emas Antam 9 Juni 2026 Turun Rp 10.000 Per Gram

Ia menekankan pentingnya penanganan medis sejak dini karena pasien yang terlambat datang memiliki peluang sembuh lebih kecil.

"Banyak pasien tiba dengan kondisi yang sudah sangat buruk, sehingga jauh lebih sulit untuk menyelamatkan mereka," ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah setempat mendeteksi penularan masif di tingkat masyarakat setelah menemukan 71 kasus baru dalam satu hari.

Sejak wabah diumumkan pada 15 Mei, virus Ebola telah menyebar ke 17 dari 36 zona kesehatan di Ituri.

>>> Ramalan Zodiak Libra, Scorpio, dan Sagitarius: Peluang Karier hingga Asmara

Provinsi tetangga seperti Kivu Utara dan Kivu Selatan juga melaporkan temuan kasus. Dampak penularan telah melintasi batas negara ke Uganda, yang mengonfirmasi 19 kasus Ebola.