Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Segala puji hanya kepada Allah yang tidak akan mati dan sirna.

Kami bertahmid dengan ibadah haji yang telah kami selesaikan dan dengan sunnah Nabi-Mu. Kami bertobat, ya Allah, agar tidak mengulangi dosa.

Ampunilah kami, keluarga, saudara, dan seluruh muslimin muslimat, wahai Tuhan Yang Maha Perkasa dan Maha Pengampun."

Doa ini memperlihatkan dimensi sosial ibadah haji, di mana keberkahan diharapkan mengalir bagi keluarga dan masyarakat. Predikat mabrur menjadi harapan tertinggi seluruh jemaah.

Rasulullah SAW bersabda: "Al-hajjul mabruru laisa lahu jaza'un illa al-jannah." Artinya: "Tidak ada balasan bagi haji mabrur selain surga."

(HR Bukhari).

Imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menegaskan bahwa haji mabrur dikerjakan secara ikhlas, sesuai tuntunan syariat, dan melahirkan perubahan positif.

Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menerangkan bahwa indikator diterimanya amal adalah munculnya perubahan sikap ke arah lebih baik.

Tanda-tandanya meliputi disiplin salat berjamaah, cinta Al Quran, menjaga lisan, gemar bersedekah, dan menjauhi maksiat.

>>> Bank Indonesia Luncurkan Publikasi Kurva Imbal Hasil Pasar Uang

Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili dalam Fiqih Haji dan Umrah menyebutkan tujuan utama haji adalah membentuk manusia bertakwa. Keberhasilan haji diukur dari kemampuan mengimplementasikan nilai-nilai suci dalam kehidupan sehari-hari.