Berikut doa pertama yang dianjurkan: "Alhamdulillahilladzi nasharani bi qadha'i nusuki wa hafazhani min wa'tsa'is safari hatta a'uda ila ahli.

Allahumma barik fi hayati ba'dal hajji waj'alni minash shalihin."

Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah memberikan pertolongan kepadaku dengan melaksanakan ibadah haji dan menjaga diriku dari kesulitan bepergian, sehingga aku kembali kepada keluargaku.

Ya Allah, berkatilah kehidupanku setelah haji dan jadikanlah aku termasuk orang-orang saleh."

Selanjutnya, jemaah dapat membaca doa versi kedua: "La ilaha illallah wahdahu la syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai'in qadir, ayibuna ta'ibuna 'abiduna sajiduna lirabbina hamidun, shadaqa wa'dahu wa nashara 'abdahu wa hazamal ahzaba wahdah."

Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan pujian, Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

>>> Daftar Harga HP Vivo 9 Juni 2026: Seri X dan V Alami Penyesuaian

Semoga kami termasuk orang-orang yang kembali, bertobat, beribadah, bersujud, dan memuji Allah. Benar janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan menghancurkan sendiri musuh-musuh-Nya."

Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari memaparkan bahwa kalimat tauhid dan ungkapan taubat dalam doa tersebut mengandung pesan penting.

Setiap perjalanan seorang Muslim hendaknya diakhiri dengan peningkatan takwa kepada Allah.

Kata taibun yang bermakna orang-orang yang bertobat menjadi pengingat bahwa haji merupakan momentum pembaruan diri. Doa ini merefleksikan komitmen jemaah untuk meninggalkan kebiasaan buruk.

Saat berkumpul bersama keluarga, jemaah juga disarankan membaca doa khusus. Berikut lafalnya: "Bismillahirrahmanirrahim, walhamdulillahilladzi la yamutu wa la yafutu abada...

tauban tauban auba la yughadiru 'alaina hauba.

Allahummaghfir lana wa liman istaghfarnahu min ahli baitina wa ikhwanina wa jami'il muslimina wal muslimat, ya 'azizu ya ghaffaru birahmatika ya arhamar rahimin."