Ia juga menekankan pentingnya menjaga perkembangan performa secara konsisten agar posisinya di tim utama tidak direbut oleh pemain lain.

"Saya pikir semua orang memahami itu. Ini adalah klub yang mewakili dan melambangkan kebesaran.

Saya bahagia dan bangga bisa bermain untuk klub ini.

Saya ingin meninggalkan jejak dalam sejarah Real Madrid, karena jika Anda berhasil melakukannya di klub terbesar dunia, maka Anda telah mendapatkan tempat dalam sejarah sepak bola," lanjutnya.

Ketatnya persaingan di level tertinggi sepak bola membuat kapten timnas Prancis ini terus mengevaluasi motivasi internalnya secara berkala.

"Itu adalah pertanyaan yang selalu saya tanyakan kepada diri sendiri," ungkap Mbappe.

Ia mengakui bahwa memenangkan seluruh kompetisi yang diikuti merupakan target paling mendasar bagi seorang atlet profesional.

"Jawaban paling mudah tentu mengatakan ingin memenangkan setiap gelar yang ada," kata Mbappe.

Namun, Mbappe menilai pemain-pemain legendaris dunia terdahulu dikenang karena kualitas permainan dan inovasi di lapangan, bukan sekadar jumlah medali.

"Tetapi ada orang-orang yang telah mencapai lebih dari sekadar memenangkan semua trofi.

Dalam sepak bola selalu ada sesuatu yang harus dilakukan, karena jika Anda tidak melakukannya, orang lain akan mengambil tempat Anda," tegasnya.

Terkait tekanan masif yang mengarah pada Mbappe, mantan bek tim nasional Prancis Marcel Desailly memberikan pembelaan melalui FootballTransfers.

"Mbappe sebenarnya tidak pernah menjadi masalah bagi seorang pelatih," kata Desailly.

Desailly memprediksi Jose Mourinho akan merancang skema taktik kolektif yang berpusat untuk memfasilitasi ketajaman Mbappe di depan gawang lawan.

"Mourinho akan mengatakan hal yang sama: 'Saya senang dengan 40 atau 42 gol per tahun dari Mbappe, saya hanya perlu menyesuaikan diri di sekitarnya.'

Dia adalah penyerang," tambah Desailly.

>>> Real Madrid Rombak Manajemen Demi Optimalkan Kylian Mbappe

Desailly juga meminta suporter menghormati privasi liburan sang pemain ke Italia dan tidak menuntut dedikasi berlebihan di luar jam kerja profesional.