Tim nasional Belanda akan menantang Uzbekistan dalam pertandingan uji coba terakhir menjelang Piala Dunia 2026.

Laga ini akan digelar di Icahn Stadium, New York, pada Selasa, 9 Juni 2026, pukul 01.45 WIB.

>>> Negara Eropa Dominasi Daftar Unggulan Juara Piala Dunia 2026

Skuad Oranje membidik kemenangan demi memulihkan kepercayaan diri setelah menelan kekalahan mengejutkan dari Aljazair pekan lalu.

Persiapan Belanda

Pelatih kepala Belanda, Ronald Koeman, menyatakan hanya akan melakukan sedikit perubahan komposisi pemain. Ia ingin mematangkan strategi tim utama sebelum laga pembuka Piala Dunia melawan Jepang.

Bart Verbruggen ditunjuk sebagai kiper utama, sementara Denzel Dumfries kembali mengisi posisi bek kanan setelah menyelesaikan masa skorsing.

Jurriën Timber dilaporkan sudah bergabung dengan tim setelah pulih dari cedera. Namun, tim kepelatihan masih mempertimbangkan kesiapannya untuk tampil sejak menit awal.

"Kami akan memutuskan sore ini apakah ia bisa menjadi starter besok," kata Koeman.

Jika bek tersebut siap bermain, ia akan mengawal lini belakang bersama kapten Virgil van Dijk. Jan Paul van Hecke bakal mengawali laga dari bangku cadangan.

>>> Spanyol Kandidat Terkuat Juara Piala Dunia 2026 Versi Superkomputer

Koeman juga menjadwalkan laga tambahan bagi para pemain yang belum bugar sepenuhnya. Mereka bisa bermain di pertandingan kedua, dua kali 35 menit.

"Pertandingan pertama sebagian besar akan dimainkan dengan tim inti. Ini juga baik bagi pemain yang belum seratus persen fit," kata Koeman.

Kekuatan Uzbekistan

Di kubu lawan, Uzbekistan mencatatkan sejarah baru dengan lolos ke putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Skuad asuhan legenda Italia, Fabio Cannavaro, diprediksi bakal menerapkan strategi bertahan rapat menggunakan formasi lima bek.

White Wolves akan mengandalkan bek muda Manchester City, Abdukodir Khusanov, di area pertahanan.

>>> Putra Tri Ramadani Raih Emas di World Climbing Series 2026

Sementara itu, kapten tim Eldor Shomurodov, pencetak gol terbanyak sepanjang masa Uzbekistan, tetap menjadi tumpuan utama di lini depan untuk melancarkan serangan balik cepat.