PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) mencatat pendapatan non-ritel sebesar Rp10,16 triliun pada kuartal I 2026. Angka ini berasal dari segmen korporasi dan internasional.

Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi perseroan untuk mengurangi ketergantungan pada segmen konsumen ritel. Total pendapatan konsolidasi Telkom mencapai Rp37,18 triliun pada periode yang sama.

>>> Indeks Bisnis-27 Anjlok 3,44 Persen pada Pembukaan Perdagangan

Kontribusi segmen non-ritel setara dengan 27,33 persen dari total pendapatan perusahaan. Meski demikian, segmen ritel Business-to-Consumer (B2C) melalui Telkomsel masih mendominasi dengan pendapatan Rp27,02 triliun.

Rincian Pendapatan Non-Ritel

Pendapatan eksternal non-B2C terdiri dari beberapa lini. Segmen B2B ICT dari Telkomsigma, Infomedia, Digiserve, dan Nutech menyumbang Rp3,08 triliun.

Sektor B2B Infrastruktur seperti Mitratel, Inframedia, NeutraDC, dan Telkomsat mencatat pendapatan eksternal Rp2,35 triliun. Angka tersebut berasal dari total pendapatan kotor segmen Rp16,29 triliun.

>>> Kurs Rupiah 8 Juni 2026 Melemah ke Rp 18.115 per Dolar AS

Lini bisnis Internasional yang dikelola Telin membukukan pendapatan eksternal Rp2,80 triliun melalui pengelolaan kabel laut internasional. Sementara itu, pos bisnis penunjang lainnya menyumbang Rp1,92 triliun.

Manajemen menerapkan struktur pelaporan berbasis segmen untuk meningkatkan transparansi operasional. Kebijakan ini juga bertujuan memperkuat fokus strategi perusahaan dan membuka potensi nilai dari masing-masing anak usaha.

Transformasi struktural ini menempatkan Telkom pada posisi strategis untuk menangkap peluang digitalisasi korporasi dan pemerintahan di Indonesia.

>>> IHSG Ambles 1,94 Persen pada 8 Juni 2026, Saham SKBM Justru Melonjak 20,48%

Langkah ini sekaligus menjaga stabilitas profitabilitas di tengah persaingan industri seluler yang ketat.