Tim nasional sepak bola Iran tiba di Tijuana, Meksiko, pada Minggu (7/6/2026) waktu setempat. Kedatangan mereka dikawal ketat oleh personel militer.

Skuad berjuluk Tim Melli itu mengubah markas dari rencana awal di Tucson, Arizona.

>>> Negosiasi AS-Iran Mandek di Hari Ke-100 Konflik

Perubahan ini terjadi setelah Amerika Serikat menolak visa bagi belasan pejabat pendamping, termasuk Presiden Federasi Sepak Bola Iran Mehdi Taj.

Meski ada kendala politik, sekelompok kecil pendukung tetap menyambut antusias di bandara. Salah satunya adalah Sadegh Galavi, seorang mekanik setempat.

"Saya sangat senang melihat mereka," kata Galavi, dikutip dari AFP.

Ia rela bangun sejak fajar untuk menyambut bus para pemain yang meninggalkan lokasi kedatangan pukul 05.00 waktu setempat.

"Tim nasional saya datang ke kota saya, dan berada di sini adalah hal kecil yang dapat saya lakukan hanya untuk menyambut mereka," ujarnya.

Galavi juga menyoroti penolakan visa akibat ketegangan politik dengan AS setelah serangan militer pada akhir Februari. "Ini tidak masuk akal bagi saya.

Olahraga seharusnya menjadi simbol perdamaian, jadi ketika Anda mencampur politik dan olahraga, itu tidak berhasil," katanya.

Suporter lain, Sina Moghadam, menilai tekanan politik tidak akan melemahkan mental pemain. "Sejarah Iran sudah berlangsung ribuan tahun.

>>> Maybank Indonesia Alokasikan Investasi Perkuat Sistem Keamanan Siber

Hal-hal seperti ini hanya membuat kita lebih kuat; hal itu tidak akan menggoyahkan tim," kata Moghadam, warga Iran-Amerika dari San Diego.

Moghadam, yang membawa bendera Iran berukuran besar, berharap negaranya bisa berhadapan dengan tim tuan rumah. "Saya harap mereka akan menghajar tim AS," katanya sambil tertawa.

Pengamanan ketat juga diterapkan di hotel dan lokasi latihan di Estadio Caliente. Personel kepolisian dan militer Meksiko bersenjata lengkap berjaga di sekitar area tersebut.