Meski berhasil membawa pulang emas, Putra mengaku tidak ingin cepat puas. Ia menilai rute final di Praha memberikan tekanan fisik yang sangat berat.

"Ini adalah final kedua saya dan emas pertama.

Tentu sangat bahagia karena rute di final sangat sulit, terutama di bagian atas sampai tangan saya pump atau kelelahan mencengkeram," ujar Putra dalam keterangan PP FPTI.

Putra menekankan bahwa evaluasi tetap diperlukan agar tampil konsisten pada kejuaraan dunia berikutnya. Fokus mental dan ketahanan fisik saat membaca jalur menjadi catatan utama.

"Pekerjaan rumahnya adalah saat orientasi jalur dan mengatasi rasa grogi," kata Putra.

Prestasi di Ceko menunjukkan grafik performa yang meningkat tajam dalam karier internasional Putra.

>>> Satria Muda Pertamina Bandung Samakan Kedudukan di Semifinal IBL 2026

Pada final pertamanya di World Climbing Series Koper, Slovenia, September 2025, ia hanya mampu finis di peringkat keenam dengan skor 40+.