Florentino Perez kembali memenangi pemilihan presiden Real Madrid pada Minggu, 7 Juni 2026. Namun, kemenangan kali ini tidak semulus sebelumnya.

Taipan konstruksi berusia 79 tahun itu hanya mendapat dukungan dari dua pertiga anggota klub. Sepertiga lainnya tidak lagi mendukungnya secara mutlak.

>>> Timnas Italia Taklukkan Yunani 1-0 dalam Laga Uji Coba

Perez telah memimpin Real Madrid selama 23 tahun dan mengoleksi 66 gelar. Reputasi besarnya menjadi modal utama dalam pemilihan kali ini.

Namun, kampanye diwarnai oleh performa tanpa gelar tim sepak bola dalam dua tahun terakhir. Tim bola basket juga gagal meraih gelar musim ini.

Oposisi dan Konflik Eksternal

Enrique Riquelme muncul sebagai oposisi utama yang kerap mengkritik kebijakan Perez. Hal ini menunjukkan adanya perpecahan internal di klub.

Di luar klub, Perez menghadapi ketegangan dengan berbagai institusi. Real Madrid terlibat konflik hukum dengan LaLiga yang dipimpin Javier Tebas.

>>> Satria Muda Pertamina Bandung Kalahkan Bogor Hornbills 89-81 di IBL 2026

Klub juga berselisih dengan UEFA terkait proyek Superliga. Selain itu, ada ketegangan dengan komite wasit Federasi Sepak Bola Spanyol akibat kasus Negreira.

Sebelum pemilihan, Perez mengadakan konferensi pers pertamanya dalam 11 tahun. Ia mengusulkan perubahan model korporasi klub sebagai respons terhadap kritik.

Perez pernah mundur pada 2006 karena dianggap terlalu memanjakan pemain bintang. Ia kembali pada 2009 untuk menghentikan dominasi Barcelona era Pep Guardiola.

>>> Pemilihan Real Madrid Soroti Penurunan Kekuasaan Florentino Perez

Kini, Perez harus membuktikan diri di tengah penurunan dukungan dan konflik eksternal. Masa depannya di Santiago Bernabeu penuh tantangan.