Proses pemilihan presiden Real Madrid memicu kritik tajam terkait transparansi klub. Banyak surat suara pos yang dibatalkan dan minimnya informasi organisasi selama hari pemungutan suara menjadi sorotan.

Pemilu ini digelar di tengah kegagalan Real Madrid meraih gelar juara dalam dua tahun terakhir.

>>> Ecuador Hajar Guatemala 3-0 di Laga Uji Coba Terakhir Sebelum Piala Dunia 2026

Florentino Perez tetap keluar sebagai pemenang, namun citra dan otoritas mutlaknya dinilai mengalami penurunan signifikan.

Kemenangan Moral Riquelme

Enrique Riquelme, rival Perez, dinilai mendapatkan kemenangan moral meski kalah dalam perolehan suara. Pengusaha muda itu berhasil memecah kesepakatan bulat yang selama ini mendominasi internal klub.

Riquelme juga memicu perdebatan baru mengenai arah kepemimpinan dan konsentrasi kekuasaan di Real Madrid. Kondisi ini disebut mirip dengan masa akhir kepemimpinan Josep Lluis Nunez di Barcelona.

>>> Juanfran Funes Desak Málaga Targetkan Kemenangan pada Leg Kedua

Klub dinilai semakin bergantung pada operasi keuangan besar demi mempertahankan model bisnisnya.

Rencana penjualan sebagian aset klub dan keputusan mendatangkan kembali Jose Mourinho untuk mendampingi Vinicius dan Kylian Mbappe menjadi contohnya.

>>> Juventus Sepakati Kontrak dengan Alexander Sorloth

Hasil pemilihan presiden Real Madrid dinilai mengikis otoritas Florentino Perez. Meski berhasil mempertahankan jabatan, kekuasaannya tidak lagi mutlak seperti sebelumnya.