Desalinasi pabrik konvensional biasanya membuang limbah cair brine yang dapat merusak ekosistem laut.

Berbeda dengan itu, sisa buangan dari alat ciptaan tim Rochester berupa garam padat yang bisa langsung dipanen.

Bentuk padat ini membuka peluang untuk mengambil kembali material berharga dari laut. Tim peneliti kemudian memodifikasi permukaan logam dengan menyematkan nanopartikel hydrogen titanate ke dalam alur lasernya.

Partikel ini bertugas menangkap ion lithium yang terkandung dalam garam sisa.

Dalam pengujian menggunakan air dari danau Great Salt Lake di Utah, alat ini sukses memulihkan sekitar separuh dari total lithium yang terkandung.

"Menambang lithium dari dalam bumi terbukti sangat membebani lingkungan dan menguras energi.

Menarik lithium langsung dari air laut bisa menjadi jalur alternatif yang sangat penting di masa depan," ungkap Guo.

Saat ini inovasi tersebut masih dalam tahap pembuktian konsep. Teknologi ini masih membutuhkan waktu untuk diproduksi dalam skala industri besar.

>>> Dokter Bedah Saraf Ungkap Perbedaan Saraf Kejepit dan Nyeri Pinggang Biasa

Meski demikian, inovasi ini menawarkan cara baru dengan memanfaatkan rekayasa permukaan material. Teknologi ini hadir untuk mengatasi krisis air bersih sekaligus memanen bahan baku elektronik.