Kebijakan pembatasan ekspor teknologi oleh Amerika Serikat dinilai menjadi katalis utama dalam mempercepat kemandirian industri semikonduktor di Cina.

Chairman Huawei Liang Hua menjelaskan bahwa tekanan eksternal tersebut memicu transformasi besar di sektor teknologi dalam negeri.

>>> Investor Asing Borong Saham Komoditas Saat IHSG Merosot Tajam

"Pembatasan ekspor dari AS memaksa industri Cina makin mandiri pada inovasi dan pengembangan teknologi inti," kata Liang, dikutip dari Tom's Hardware, Sabtu (6/6/2026).

Pengetatan akses teknologi strategis oleh pemerintah AS telah berlangsung secara bertahap sejak 2019 terhadap Huawei dan korporasi Cina lainnya.

Sanksi tersebut mencakup pemblokiran pasokan chip canggih, perangkat lunak desain semikonduktor, hingga peralatan manufaktur buatan Barat yang berdampak pada hilangnya akses layanan Google Android.

>>> Iran Protes AS soal Penolakan Visa Anggota Timnas Jelang Piala Dunia 2026

Respons masif kemudian diambil melalui penggelontoran investasi skala besar oleh pemerintah dan sektor swasta Cina untuk memproduksi sistem operasi, perangkat lunak, serta chip lokal.

Huawei kini berhasil meluncurkan smartphone premium berkat komponen chip buatan domestik serta perluasan penggunaan ekosistem HarmonyOS secara berkelanjutan.

Pemerintah AS menetapkan pembatasan ekspor ini demi menjaga keamanan nasional dan mencegah pemanfaatan teknologi canggih untuk sektor militer Cina.

>>> Maggie Baird Adaptasi Resep Keluarga Jadi Hidangan Vegan untuk Buku Resep Anak

Meskipun industri semikonduktor Cina masih menghadapi tantangan besar, kemampuan teknologi Negeri Tirai Bambu dinilai terus berkembang pesat untuk bersaing di pasar global.