Francesco Bagnaia mengakui Ducati sedang berada dalam situasi yang tidak mudah menjelang MotoGP Prancis di Sirkuit Le Mans akhir pekan ini.

Juara dunia bertahan itu menilai performa motor Ducati belum bekerja sesuai harapan sejak awal musim, meski pabrikan asal Italia tersebut masih berstatus penguasa MotoGP dalam beberapa tahun terakhir.

>>> Veda Ega Dekati Top 10, Mario Aji Terpuruk di FP1 Le Mans

Musim lalu, dominasi Ducati di awal musim akhirnya terhenti di Le Mans setelah Johann Zarco memberi kemenangan bagi Honda di kandang sendiri saat balapan berlangsung dalam kondisi hujan pada race utama.

Kini, Ducati datang ke Prancis hanya dengan tiga kemenangan dari delapan balapan pembuka musim 2026. Dua di antaranya bahkan diraih lewat Sprint Race.

Alex Marquez dari tim Gresini sukses memutus rangkaian kemenangan Marco Bezzecchi dan Aprilia di Jerez.

Namun, hingga kini, tim pabrikan Ducati yang diperkuat Marc Marquez dan Bagnaia masih belum mampu meraih podium grand prix.

"Ini periode yang cukup sulit bagi Ducati secara keseluruhan karena motornya jelas tidak bekerja seperti yang kami harapkan," kata Bagnaia kepada Sky Italia menjelang MotoGP Prancis.

Pembalap Italia itu mengaku dirinya sudah cukup lama bergulat dengan masalah yang sama.

"Sayangnya, saya sudah berada dalam situasi seperti ini lebih dari setahun. Jadi, saya cukup kesulitan.

Anehnya, tahun ini saya justru merasa lebih nyaman dengan motor, terutama bagian depan motor terasa lebih baik, tetapi saya tetap belum bisa melakukan apa yang saya inginkan," ungkap Bagnaia.

Bagnaia lalu menjelaskan masalah utama Ducati saat ini muncul ketika memasuki area pengereman.